Ini yang Terjadi ketika Kesehatan Dikaitkan dengan Industri

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Cendekiawan Muslim Ustadz Ismail Yusanto (UIY) menuturkan, layanan kesehatan yang semestinya menjadi hak mendasar bagi masyarakat, jika dikaitkan dengan industri maka yang bicara adalah benefit, untung rugi, cost, investasi dan profit.

“Kesehatan merupakan kebutuhan yang
paling mendasar bagi masyarakat. Namun, ketika layanan kesehatan berbicara
terkait industri, maka di situ akan bicara terkait benefit, bicara untung rugi,
cost, bicara investasi dan profit,tuturnya dalam Focus to the Point:
Liberalisasi Kesehatan, Rakyat Semakin Susah,
Rabu (14/6/2023) di kanal
YouTube UIY channel.

Ustadz Ismail Yusanto menyebutkan, ini
hari pelayanan dalam bidang kesehatan telah mengalami pergeseran. “Kesehatan yang semestinya ditempatkan sebagai kewajiban negara dalam pelayanan warganya
sudah beralih menjadi industri,” sesalnya. 

Sebagai contoh, ketika pasien berhadapan
dengan dokter, maka pasien tidak punya pilihan obat apa yang harus diminum. “Baik terkait jenis dan macam obatnya apa yang harus digunakan?” ujarnya. 

“Ditulis sesuai dengan resep dokternya, sampai
termasuk juga harganya, hampir hampir tidak punya pilihan. Bahaya sekali resep
yang ditulis, sikap pelayanan dokter kepada pasien bila dalam rangka mencari
keuntungan,” tambahnya. 

UIY mengatakan, pasien hampir hampir tidak memiliki pilihan,
bahasa yang penting “bisa sembuh” kemudian dieksploitasi. “Muncul guyonan, pasien itu sakit dua kali, yang pertama sakit karena sendiri dan yang
kedua sakit karena harus membayar biaya sakitnya,” ungkapnya.

Jika dilihat dari kegiatan ekonomi yang adil
atau memegang prinsip fairness, menurutnya, seorang pasien itu seharusnya
memiliki pilihan, harus ada multiple provider, penyedia atau
supplier, ada beberapa penawar sehingga pasien memiliki pilihan

“Namun pada kondisi saat ini, liberalisasi kesehatan sudah mengarah kepada orientasi dokter itu akan menjadi
kepanjangan tangannya perusahaan farmasi, kepanjangan tangannya Rumah Sakit dan
menjadi kepanjangan tangannya pemilik modal,” sesalnya.

Rumah sakit menjadi kepanjangan tangannya
pemilik modal, penyedia peralatan dan perusahan asuransi. “Ini saling mengikat
menjadikan rumah sakit itu sebagai Rumah eksploitasi pasien,” terangnya.

Ketika kesehatan dieksploitasi sedemikian
rupa, maka akan berefek menimbulkan suasana sakit kepada setiap orang yang
sakit itu karena memikirkan biaya rumah sakit. 
“Lebih jauh lagi bila liberalisasi bidang
kesehatan ini terus bergulir, maka industrialisasi dalam bidang kesehatan itu
akan semakin dominan dalam sebuah negara,” jelasnya 

UIY mengingatkan peran negara sangat dibutuhkan dalam bidang
kesehatan, begitu pun juga bidang lainnya seperti bidang pendidikan. “Negara
harus jelas duduk posisinya,” pungkasnya.[] Pakas Abu Raghib.

Loading

Views: 19

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA