
Di Tanah yang Terdesak
Tinta Media – Surat datang tanpa senyum angin membawa cemas rumah berdiri lama diam namun nasib terasa lepas Tanah
![]()

Tinta Media – Surat datang tanpa senyum angin membawa cemas rumah berdiri lama diam namun nasib terasa lepas Tanah
![]()

Tinta Media – Puluhan tahun mengajar dalam sunyi Upah tipis, status pun tak pasti Namun pengabdian tak pernah pergi Meski
![]()

Tinta Media – Di negeri yang mengaku bebas bersuara, Kritik menjelma alamat petaka, Kata jujur dipelintir jadi ancaman kuasa, Sunyi
![]()

Tinta Media – Narator Tinta Media menyampaikan, berbagai permasalahan dan ketertindasan negeri-negeri Islam adalah konklusi (simpulan) atas tiadanya khilafah sebagai
![]()

Tinta Media – Ada saat di mana hati begitu lelah. Kita berdoa berkali-kali, tetapi seolah langit diam tak memberi tanda.

Tinta Media – Sudah 77 tahun lebih genosida terjadi Menghabisi seluruh rakyat tanpa henti Mengatakan bahwa itu adalah tanah mereka

Tinta Media – Dentuman bom memekakkan telinga Disoroti mata seluruh dunia Tangan yang ada apa kabarnya? Batas-batas ghaib telah membekukannya
![]()

Tinta Media – Di tengah gelora masa yang bergejolak Di lautan sekuler dengan arus nafsu menggoda Generasi muda terombang-ambing Terjerat
![]()

Tinta Media – Di bawah naungan langit yang biru nan megahTerdengar suara keimanan seantero negeri luas wilayah Kepemimpinan adil yang
![]()

Tinta Media – Di tengah gemuruh dunia yang berputar, Ayah beranjak pergi, tanpa suara. Mengais rezeki di jalan yang kelam,
![]()