
Benarkah Kita Merdeka?
Tinta Media – Merdeka! Merdeka! Merdeka! Kata itu terus menggema Menghiasi zamrud khatulistiwa 17 Agustus 1945 Kata mereka Hari kemerdekaan
![]()

Tinta Media – Merdeka! Merdeka! Merdeka! Kata itu terus menggema Menghiasi zamrud khatulistiwa 17 Agustus 1945 Kata mereka Hari kemerdekaan
![]()

Tinta Media – Mengingatmu Dalam hening malam nan syahdu Ku terpaku dalam pelukan rindu Namamu bersemayam menghiasi kalbu Pak… Engkaulah
![]()

Tinta Media – “Mungkin benar apa yang dibilang ayahnya Syaputri. Syu’ur jama’i kita itu kurang,” ucap lelaki yang hendak memandikan
![]()

Tinta Media – “Yah, Ayah…, boleh minta tolong ambilkan pisang di rumah Pak?” ucapku lirih dekat telinga sosok yang masih
![]()

Tinta Media – Terik matahari kala itu, sangat menyilaukan mata. Maklum, Karawang memang tersohor dengan cuaca hareudang (panas). “Jreng…jreng…jreng…” alarm
![]()

Tinta Media – Surat datang tanpa senyum angin membawa cemas rumah berdiri lama diam namun nasib terasa lepas Tanah
![]()

Tinta Media – Puluhan tahun mengajar dalam sunyi Upah tipis, status pun tak pasti Namun pengabdian tak pernah pergi Meski
![]()

Tinta Media – Di negeri yang mengaku bebas bersuara, Kritik menjelma alamat petaka, Kata jujur dipelintir jadi ancaman kuasa, Sunyi
![]()

Tinta Media – Narator Tinta Media menyampaikan, berbagai permasalahan dan ketertindasan negeri-negeri Islam adalah konklusi (simpulan) atas tiadanya khilafah sebagai
![]()

Tinta Media – Ada saat di mana hati begitu lelah. Kita berdoa berkali-kali, tetapi seolah langit diam tak memberi tanda.