Tinta Media – Perusahaan tekstil di Sukoharjo, Jawa Tengah, resmi ditutup mulai Sabtu, 1 Maret 2025, setelah perusahaan itu dinyatakan pailit oleh pengadilan. Lebih dari 10.000 karyawannya diberhentikan. (BBC.com, 02/03/2025)
Nasib ribuan karyawan Sritex di ujung tanduk setelah adanya putusan dari pengadilan bahwa PT Sritex dinyatakan pailit. Yang menjadi penyebab PT Sritex mengalami pailit adalah karena kekurangan bahan baku produksi dan kesulitan untuk membayar utang. Sekretaris perusahaan saat itu, Welly Salam, menyatakan bahwa jumlah utang kepada debitur sekaligus penggugatnya, Indo Bharat Rayon, sebesar Rp100.308.838.984. Berdasarkan laporan keuangan konsolidasi per 30 Juni 2024, kewajiban pembayaran dilakukan secara dicicil sebesar US$17.000 (sekitar Rp235 juta), bukan secara kamulatif.
Selain itu, kinerja PT Sritex kian hari makin memburuk dikarenakan penurunan daya saing industri tekstil domestik akibat banjirnya produk tekstil impor, terutama dari Cina. Ini terjadi sejak pemerintah menandatangani perjanjian perdagangan bebas pada tahun 2010 silam. Setelah itu, produk-produk tekstil Cina masuk ke pasar Indonesia dengan harga yang lebih murah berkat biaya bahan baku yang rendah dan subsidi besar dari pemerintah Cina.
Persoalan yang dihadapi oleh industri tekstil, pakaian jadi, serta industri manufaktur lainnya merupakan persoalan serius. Tak hanya menyangkut nasib karyawan yang terancam PHK, tetapi juga menyangkut masalah kemandirian negara ini.
Untuk mengatasi tantangan yang dihadapi industri manufaktur, pemerintah Indonesia perlu mengambil Langkah-langkah yang strategis, yakni langkah yang sesuai dengan hukum Islam. Ada empat Langkah yang Islam hadirkan dalam masalah ketenagakerjaan, antara lain:
Pertama, meningkatkan dukungan terhadap industri-industri lokal melalui pemberian subsidi berupa bahan baku dan energi, serta penghapusan pajak perusahaan, termasuk pembebasan pajak impor mesin-mesin berteknologi tinggi sebagai sarana penunjang untuk membantu proses produksi.
Kedua, perbaikan insfrastruktur transportasi dan logistik penting untuk menekan biaya distribusi dan mempercepat proses pengiriman barang.
Pemerintah juga harus memperhatikan pendidikan karyawan, mulai dari pemenuhan lendidikan dasar, menengah, hingga tingkat perkuliahan guna meningkatkan kualitas tenaga kerja.
Ketiga, menjaga stabilitas ekonomi makro, termasuk nilai tukar juga sangat penting bagi pelaku usaha. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan menerapkan standar dinar dan dirham. Pemerintah harus menghapus metode bunga dan riba yang menghambat pengusaha mengakses modal. Ini karena riba adalah transaksi yang haram dan sangat menzalimi pihak debitur.
Keempat, pemerintah harus menerapkan kebijakan perdagangan yang lebih berpihak pada industri domestik. Salah satunya adalah dengan cara meninjau ulang berbagai perjanjian pasar-pasar bebas dengan negara, untuk melindungi industri lokal dari praktik perdagangan yang tidak sehat.
Dengan langkah-langkah yang sesuai dangan aturan Islam ini, insyaallah tidak akan ada pihak yang merasa dirugikan. Ini karena Islam sendiri hadir sebagai agama pembawa rahmat apabila seluruh syariatnya diterapkan di muka bumi ini. Maka, tidak akan ada praktik-praktik kecuarangan dalam jual beli yang akan menzalimi salah satu pihak. Yang ada justru keberkahan yang diraih oleh keduanya, karena hal itu merupakan buah dari penerapan sistem yang diridai oleh Allah. Wallahu a’lam.
Oleh: Adilah
Sahabat Tinta Media
![]()
Views: 11





