MSC: Perang Iran Melawan AS-Israel, Bisa Memantik Persatuan Umat

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Direktur Mufakkirun Siyasiyyun Community Muhammad Ayyubi menilai, momentum perang Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel bisa menjadi pemantik persatuan umat.

“Umat ini bisa mengulangi sejarahnya, dan momentum perang Iran – AS ini bisa menjadi pemantik persatuan umat di bawah naungan Khilafah,” ujarnya di laman Facebook Muhammad Ayyubi, Senin (27/4/2026).

Menurutnya, Iran seolah menjadi simbol perlawanan atas kesombongan AS dan Israel di atas panggung dunia Internasional.

“Semua negara bagai kerbau yang dicucuk hidungnya di hadapan dua negara tersebut. Manut tanpa membantah sedikit pun ulah dan kebijakan mereka,” ungkapnya.

Ketika Iran dengan perkasa memberikan perlawanan terhadap serangan demi serangan, beber Ayyubi, umat melihat ada oase harapan untuk menjungkirkan arogansi AS. Iran menolak tunduk dengan segala ultimatum dan perintah AS.

“Sebagian masih skeptis dengan apa yang terjadi saat ini, karena melihat latar belakang keduanya yang punya hubungan di balik layar sebelumnya,” ungkapnya.

Sebagian lagi, lanjutnya, malah bersyukur atas serangan AS ke Iran, hanya karena keduanya kafir dan syiah, seraya mengungkap dalil-dalil atas pembenaran sikap mereka.

“Terlepas dari itu semua, sikap Iran hari ini, tampak sebagai bentuk simbol harga diri sebagai sebuah bangsa merdeka. Semua itu lebih nyata dari pada negara negara yang membebek dan diam atas apa yang ada,” ucapnya.

Isu sunni – syiah, sebutnya, kembali dimainkan untuk memecah belah persatuan umat ini. Meski isu ini telah ada sejak ribuan tahun lamanya.

“Ada perbedaan antara sunni dan syiah hakikatnya tetap ada, sebagaimana perbedaan antar sunni sendiri juga banyak terjadi. Baik khilaf di dalam masalah fiqh atau pun akidah,” jelasnya.

Namun, selanya, umat ini hakikatnya satu yang mestinya memiliki kekuatan yang besar untuk menandingi kekuatan AS.

“Dahulu umat bersatu di dalam Khilafah, di mana umatnya berasal dari berbagai macam madzhab fiqh dan madzhab aqidah, termasuk dari bermacam agama dan kepercayaan,” terangnya.

Walhasil, tandasnya, kekuatan Khilafah mampu menguasai dunia hingga 1300 tahun lamanya dengan luas wilayah hingga dua pertiga dunia.

“Dengan Iran menjadi titik pusat berdirinya Khilafah yang kemudian menyebar hingga ke seluruh wilayah Timur Tengah hingga ke Nusantara,” ungkapnya.

Dengan potensi mega dahsyat dan luas wilayah yang memiliki milyaran warga negara, Ayyubi memastikan Khilafah bisa dengan sangat mudah mengalahkan AS tanpa lama. “Insya Allah!” pungkasnya meyakinkan.[] ‘Aziimatul Azka

Loading

Views: 7

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA