Ustadz Rahmat Kurnia: Wukuf di Arafah, Bukan Hanya Berpikir tentang Dosa Pribadi

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Pendidik dan Aktivis Islam, Ustadz Muhammad Rahmat Kurnia, mengungkapkan sebagai umat Islam bahwa jamaah haji hendaknya ketika wukuf di Arafah yang dipikirkan bukan hanya dosa pribadi.

“Ketika dia di Arafah wukuf, meminta diampuni dosa, yang ada dipikirannya bukan hanya dosa pribadi,” ungkapnya dalam acara Live Wukuf Arafah: Membaca Pesan Arafah di Tengah Tantangan Zaman, Selasa (26/5/2026), di Kanal YouTube @1Ummah-tv.

Ustadz Rahmat menjelaskan jamaah haji juga seharusnya berpikir tentang kondisi keluarganya agar bisa menjadi pejuang di jalan Allah.

“Sudahkah aku, menjadikan diriku kekasih Allah, sudahkah aku menjadikan istriku juga kekasih Allah, sudahkah aku menjadikan anak, mantu, keturunan ya, sebagai pejuang di jalan Allah,” gugahnya.

Selain itu, tambahnya, setelah keluarga, pikiran juga harus tertuju pada memperhatikan kondisi umat Rasulullah SAW atau umat Islam dan juga negeri-negeri Muslim.

“Disitulah akan terbayang bagaimana anak-anak Palestina menjerit-jerit meminta bantuan. Disitulah terbayang, bagaimana misalnya negeri Islam Iran dibombardir, disitulah kita membayangkan bagaimana umat Islam diberbagai negeri-negeri Muslim itu sekarang sedang kehilangan induknya, disitulah dia merasa bersalah, disitulah dia merasa berdosa,” ucapnya.

Maka kemudian, Ustadz Rahmat menyampaikan, ketika jamaah haji sedang wukuf memiliki pemikiran-pemikiran tersebut, para jamaah haji akan kembali pulang dengan membawa tekad dan energi yang akan menambah keimanannya.

“Sehingga, pas pulang dia akan menjadi orang yang makin tambah imannya, tambah keterikatannya terhadap aturan Islam, dan tambah semangat untuk membela agama Allah,” harapnya.

Lalu, Ustaz Rahmat menegaskan bahwa betapa pentingnya para calon jamaah haji untuk diberikan edukasi terkait pemikiran tersebut.

“Ini yang saya pikir penting untuk dilakukan oleh pemirsa ya, yang akan naik haji. Dan ini juga yang perlu kita edukasi kepada masyarakat yang akan naik haji,” tegasnya.

Oleh karena itu, menurutnya, naik haji itu bukan hanya sebatas spiritual, tapi juga bagian dari keumatan, “Jadi, naik haji itu bukan hanya sebatas spiritual, tapi dia adalah bagian dari keumatan kita, gitu,” simpulnya.[] Nandang Fathurrohman.

Loading

Views: 4

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA