Tinta Media – Pada hari Jumat (16/10), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kejatuhan terparah tahun ini. Pada pembukaan perdagangan, IHSG langsung anjlok 8,01% ke level 5.393,92 atau turun 469,86 poin dari penutupan sebelumnya 5.863,78, sehingga Bursa Efek Indonesia (BEI) memberlakukan trading halt selama 30 menit.[1]
Setelah dibuka kembali, tekanan jual makin dalam. Hingga akhir sesi I, IHSG tercatat ambruk 10,76% atau -630 poin ke level 5.233,00. Indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan juga turun 8,33% ke 540,95.[2]
Keunikan dari kejatuhan ini adalah sifatnya yang idiosinkratik (spesifik Indonesia). Di saat bursa Asia menguat mengikuti Wall Street, bursa Indonesia justru terjun bebas. Saham-saham kapitalisasi besar menjadi korban utama: PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) -14,9%, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) -14,8%, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) -14,0%, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) -12,3%, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) -8,5%.[3]
Degradasi MSCI dan Ekonomi Kertas
Analis dari BRI Danareksa Sekuritas dan Kiwoom Sekuritas menyebut ada tiga sentimen penghantam. Pertama, pengumuman MSCI Inc yang membuka konsultasi untuk menurunkan klasifikasi pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.[4]
MSCI dalam pengumumannya menyoroti tiga persoalan mendasar: (a) transparansi kepemilikan saham, (b) dugaan praktik perdagangan terkoordinasi, dan (c) efektivitas penegakan aturan. MSCI menegaskan rencana ini akan tetap berlanjut kecuali ditemukan bukti perbaikan material dalam tata kelola pasar.[5]
Jika terealisasi, saham Indonesia akan keluar dari indeks global MSCI yang menjadi acuan dana asing triliunan dolar. Akibatnya adalah risiko capital outflow masif. Masa konsultasi dibuka hingga 30 April 2027 dan keputusan final diumumkan sebelum 30 Juni 2027. Saat ini MSCI membekukan kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan penambahan saham baru Indonesia ke MSCI Indonesia Investable Market Index (IMI).[6]
Sentimen kedua adalah inflasi AS, di mana Producer Price Index (PPI) September naik 1,3% MoM jauh di atas konsensus 0,5%, dan ketiga adalah global risk-off akibat geopolitik dan ekspektasi suku bunga The Fed.
Turunnya Dasco, OJK, Danantara, dan Kapolri ke BEI
Menanggapi kepanikan tersebut, pada Jumat (16/10) pukul 13.00 WIB, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad bersama CEO Danantara Rosan Roeslani, COO Danantara Dony Oskaria, Ketua OJK Friderica Widyasari, dan Kapolri Jenderal Pol Suyudi Ario Seto mendatangi Gedung BEI.[7]
Dasco, yang bernama lengkap Sufmi Dasco Ahmad (lahir 7 Oktober 1967, politisi Partai Gerindra, Wakil Ketua DPR RI bidang Polkam 2024-2029), menyatakan bahwa DPR mengawasi kejadian di bursa dan meminta bursa melakukan perbaikan untuk mengakomodir pendapat lembaga internasional termasuk MSCI.[8]
Namun, pendekatan administratif ini tidak menyentuh akar masalah.
Mengapa Transaksi Pasar Saham Modern Batil?
Dalam kacamata fikih Islam, transaksi yang berjalan di bursa saham modern hari ini adalah transaksi nonriil yang tidak ada hubungan dengan perdagangan pasar yang ada. Maka, akadnya batil.
Allah Swt. berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kamu.” (QS. An-Nisa: 29)[9]
Kebatilan tersebut dapat dirinci:
1. Tidak Terpenuhinya Qabd (Serah Terima) dan Termasuk Bai’ Ma La Yamlik
Syarat sah jual beli adalah adanya qabd hakiki. Rasulullah saw. bersabda: “Janganlah engkau menjual apa yang tidak engkau miliki.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi, hasan). Di bursa, orang membeli saham pagi dan menjual siang tanpa pernah ada niat memiliki perusahaan, tanpa qabd, hanya angka di layar. Ini adalah jual beli fiktif.[10]
2. Mengandung Gharar, Maysir dan Qimar yang Diharamkan
Rasulullah saw. melarang jual beli gharar (HR. Muslim). Imam An-Nabhani menjelaskan bahwa transaksi yang tidak jelas objeknya, harganya digerakkan spekulasi, termasuk gharar fahisy yang membatalkan akad.[11][12]
Allah Swt. juga berfirman: “Sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi (maysir), (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan. Maka, jauhilah.” (QS. Al-Maidah: 90). Pasar saham yang digerakkan oleh rumor dan dugaan perdagangan terkoordinasi (yang disorot MSCI) hakikatnya adalah maysir.[13]
3. Terlepas dari Tijarah Haqiqiyah dan Menghasilkan Ekonomi Kertas
Allah menghalalkan jual beli riil: “Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.” (QS. Al-Baqarah: 275). Fakta hari ini membuktikan: Bank BCA, BRI, Mandiri tetap buka dan melayani nasabah secara riil, namun harga sahamnya bisa ambruk 14% dalam hitungan jam. Ini bukti ekonomi kertas (paper economy) telah terlepas dari ekonomi riil.[14]
Inilah yang dijelaskan oleh Syekh Taqiyuddin An-Nabhani dalam kitab An-Nizham Al-Iqtishadi Fi Al-Islam bahwa Perseroan Terbatas (PT) dengan sistem saham seperti sekarang adalah bentuk syirkah yang batil karena tidak memenuhi rukun syirkah Islam.[15]
Solusi Praktis Menurut Sistem Ekonomi Islam
Islam memberikan solusi sistemis, bukan sekadar reformasi pasar modal kapitalis:
Pertama, menghapus bursa spekulatif dan mengembalikan bursa pada fungsi syirkah Islam yang riil, yaitu syirkah inan, abdan, dan mudharabah, di mana pemodal mengenal pengelola dan usahanya secara langsung.
Kedua, negara (Khilafah) wajib melarang transaksi batil seperti short selling (menjual yang tidak dimiliki), margin trading (transaksi dengan hutang riba), dan insider trading (gharar dan tadlis).
Ketiga, mengembalikan standar moneter emas dan perak (dinar-dirham) agar nilai harta stabil dan tidak dimanipulasi. Rasulullah saw. menetapkan dinar emas dan dirham perak sebagai standar.[16]
Keempat, mengarahkan investasi umat kepada tiga harta haqiqiyah: (a) emas fisik dengan transaksi tunai yadan bi yadin (HR. Bukhari: emas dengan emas harus tunai), (b) tanah dan properti produktif, dan (c) bagi hasil usaha langsung (mudharabah) kepada pengusaha yang amanah. Inilah tijarah yang diberkahi.[17]
Wallahu a’lam bish-shawab.
Oleh: Langgeng Wahyu Hidayat
(Sahabat Tinta Media)
_______________
Footnote:
[1] http://Arina.id, 16 Okt 2026, “IHSG Anjlok Dipicu MSCI Ubah Klasifikasi”
[2] http://Investor.id, 16 Okt 2026, “3 Sentimen Hantam IHSG hingga Ambles 11%”
[3] http://Egindo.co, 16 Okt 2026, “IHSG Anjlok 10,76%, Rosan dan Dasco Sambangi BEI”
[4] Ibid.
[5] MSCI Announcement, dikutip CNBC Indonesia, 16 Okt 2026
[6] http://Informasi.com, 16 Okt 2026
[7] Kompas TV & iNews, Breaking News 16 Okt 2026, Kunjungan Dasco Cs ke BEI
[8] Wikipedia & http://Jis.co.id, Profil Sufmi Dasco Ahmad
[9] QS. An-Nisa: 29
[10] HR. Abu Dawud no 3503, Tirmidzi no 1232
[11] HR. Muslim no 1513
[12] Taqiyuddin An-Nabhani, An-Nizham Al-Iqtishadi Fi Al-Islam, Bab Syirkah
[13] QS. Al-Maidah: 90
[14] QS. Al-Baqarah: 275
[15] Taqiyuddin An-Nabhani, An-Nizham Al-Iqtishadi Fi Al-Islam, hlm. 115-120
[16] Hadits standar dinar-dirham, HR. Abu Dawud
[17] HR. Bukhari no 2177, Muslim no 1584 tentang riba fadhl
![]()
Views: 5
















