UIY: Dominasi Dolar Ditopang Kekuatan Politik dan Militer

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Cendekiawan Muslim Ustadz Ismail Yusanto (UIY) menilai dominasi dolar Amerika Serikat sebagai mata uang global tidak ditopang oleh nilai riil, melainkan oleh kekuatan politik dan militer yang menopang pengaruh ekonomi negara tersebut.

“Sebenarnya dia (Amerika) tahu bahwa dolar itu sekarang menjadi mata uang paling kuat. Karena dia punya kekuatan militer dan kekuatan politik. Tapi kekuatan politik, kekuatan militer itu kan suatu hari bisa saja dia runtuh. Ketika dia runtuh, akan runtuh pula kekuatan mata uangnya,” ujarnya dalam Emas Meroket, Bersiap Hadapi Guncangan Besar! di kanal Youtube UIY Official, Rabu (4/2/2026).

UIY menilai persepsi dolar sebagai hard currency mulai bergeser. Menurutnya, banyak orang kini memahami bahwa mata uang yang benar-benar “keras” adalah emas karena memiliki nilai intrinsik.

“Selama ini dolar disebut hard currency, tetapi sekarang orang mulai paham bahwa real money itu adalah emas, karena nilainya melekat pada dirinya sendiri, tidak bergantung pada faktor luar,” jelasnya.

Ia membeberkan dominasi dolar dalam perdagangan internasional yang dinilainya dipaksakan. Ia menyebut contoh Iran di era Saddam Hussein yang berupaya mengubah denominasi perdagangan minyak dari dolar ke mata uang lain, langkah yang disebutnya mendapat perlawanan keras karena berpotensi menggerus dominasi dolar di pasar global.

“Di antara alasan Saddam Hussein dijatuhkan karena ia berniat mengubah denominasi ekspor-impor minyak dari dolar ke euro atau bahkan emas, sesuatu yang tidak disukai Amerika karena dapat menggerus kekuatan dolar di pasar internasional,” jelasnya.

UIY juga menyinggung, meski dolar sering disebut mata uang terkuat, Amerika Serikat justru menjadi negara dengan cadangan emas terbesar. “Kalau mereka yakin dolar paling kuat, kenapa justru menimbun emas paling banyak?” ungkapnya.

Menurut UIY, meningkatnya permintaan emas menunjukkan kesadaran publik bahwa emas merupakan instrumen penyimpan nilai yang memiliki kekuatan riil. Ia menjelaskan bahwa emas dipilih karena mampu menjaga kekayaan secara nyata sekaligus mudah dicairkan dibandingkan aset lain seperti properti atau tanah yang membutuhkan waktu dan proses panjang ketika dijual kembali.

“Sekarang ini banyak orang yang menyadari bahwa emas adalah komoditas yang bisa menjaga kekayaan mereka secara real Sekaligus juga cukup liquid (mudah dijual), Dibanding alternatif lain seperti properti atau tanah yang tidak mudah dijual lagi,” pungkasnya.[] Ikbal

Loading

Views: 5

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA