Tinta Media – Ulama Ustadz Tisna Al Syirbuni mengungkap penyebab kaum Muslim melewatkan Ramadhan tanpa makna. “Saat tidak diterapkan syariat Islam, tidak diterapkan pendidikan yang islami, tidak diterapkan sanksi kepada para pelaku pelanggar-pelanggar syariat Islam, kemudian juga tidak diterapkannya aturan ekonomi Islam yang berasaskan keadilan, maka kemudian menyebabkan banyaknya kaum muslimin yang mereka melewatkan Ramadhan begitu saja tanpa makna, tanpa arti tiap tahunnya,” ungkapnya dalam siniar Fajar Ramadan: Puasa Melahirkan Takwa, Takwa Menuntut Tegaknya Syariat di kanal YouTube 1 Ummah TV, Ahad (8/3/2026).
Ia melihat di pasar-pasar banyak orang yang tidak berpuasa. “Kita bisa melihat sekarang banyak generasi muda yang mereka terang-terangan mereka makan dan minum di bulan Ramadhan ini. Padahal mereka adalah orang-orang muslim,” ujarnya.
Menurutnya, hal ini terjadi, bisa jadi yang pertama karena lemahnya pemahaman akan Islam. Yang kedua, bisa jadi karena tidak ada penerapan syariat Islam. Tidak ada pemberian sanksi bagi orang yang tidak berpuasa dengan terang-terangan di bulan Ramadan. Kemudian yang ketiga, juga ada masalah ekonomi atau masalah finansial di tengah-tengah umat.
Menurutnya, lemahnya pemahaman Islam, lemahnya akidah Islam, lemahnya pemahaman bahwasanya setiap muslim wajib menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan ini adalah akibat diterapkannya pendidikan yang sekularistik yang memisahkan agama dari kehidupan. “Sehingga kemudian orang-orang banyak yang mereka meninggalkan puasa Ramadhan,” tegasnya.
Kemudian pada saat tidak diberikan sanksi bagi orang yang tidak melaksanakan puasa secara terang-terangan di bulan Ramadan ini, kata Tisna, adalah akibat tidak diterapkannya sanksi-sanksi yang tegas bagi orang-orang yang melanggar aturan Islam.
“Kemudian kita juga bisa melihat banyak orang yang mereka meninggalkan puasa di bulan Ramadhan ini dengan alasan mereka bekerja dan sebagainya. Bahwasanya mereka dituntut dengan kebutuhan yang ada pada saat bulan-bulan Ramadhan. Bahkan mereka mengatakan di bulan Ramadhan ini kami harus menyiapkan finansial kami untuk menyiapkan lebaran dan sebagainya. Hal ini menunjukkan bagaimana lemahnya finansial umat yang kemudian menyebabkan mereka beralasan meninggalkan puasa Ramadhan,” tandasnya.[] Muhammad Nur
![]()
Views: 17
















