Tinta Media – Cuan menjadi ukuran kebahagiaan setiap insan pada era
sekarang. Materi kini menjadi syarat dalam meraih setiap tujuan, hingga tawuran
pun menjadi jalan keluar. Sungguh memprihatinkan hidup di sistem sekularisme
yang memisahkan agama dari kehidupan.
Kali ini, tawuran kembali terjadi di jalan Basuki Rahmat
(Bassura), Cipinang Besar Utara, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur. Perbuatan
memalukan ini melibatkan warga RW 01 dan RW 02, Kamis (27/6), sekitar pukul
05.30 WIB lantaran dipicu warga yang saling ejek sampai terjadi aksi balas
dendam.
Akhirnya, tawuran terulang kembali dengan menggunakan
berbagai benda, seperti batu, petasan, dan senjata tajam. Mirisnya, ada dugaan
bahwa aksi tawuran tersebut sengaja dibuat untuk mencari cuan melalui medsos.
Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Nicolas Ary Lilipaly
mengatakan bahwa ada sejumlah faktor yang menyebabkan tawuran kembali terjadi,
seperti faktor ekonomi, pendidikan, kehidupan sosial dan budaya, serta
kurangnya pengawasan orang tua.
Begitu juga tawuran secara live yang terjadi di Surabaya. Enam remaja anggota Gangsar yang
menamakan diri sebagai “Pasukan Angin malam” diringkus polisi, Kamis
(27/6/2024). Mereka diringkus saat hendak tawuran di sekitar kawasan
Sidotopodipo Surabaya. Meski belum terjadi tawuran, para pelaku telah bersiap
dengan membawa clurit, gergaji, dan parang.
Cuan Menjadi Tujuan Tawuran
Lagi-lagi cuan menjadi pemicu tawuran. Ini disebabkan karena
orientasi kehidupan saat ini adalah materi. Tawuran pun diviralkan demi meraih
pundi-pundi cuan.
Di tengah sistem sekuler kapitalisme yang materialistik saat
ini, fakta kerusakan generasi terjadi secara mengerikan dari hari ke hari.
Bahkan, mereka melakukan apa pun demi kesenangan dengan mengejar viral konten
media sosial untuk meraup sebesar-besarnya cuan, hingga tawuran pun diterjang
dan diviralkan melalui media sosial.
Bentukan sistem saat ini membuat generasi mengalami krisis
identitas atau kehilangan jati diri sebagai muslim yang taat kepada Allah Swt. Yang
membawa kebaikan kepada masyarakat.
Mereka tidak memahami tujuan hidup yang benar di dunia.
Kontrol diri mereka lemah. Arus globalisasi atau digitalisasi media dan
tayangan yang kurang mendidik menyebabkan mereka berperilaku liberal dengan
menghalalkan segala cara.
Tawuran yang berulang kali terjadi menunjukkan gagalnya
sistem pendidikan yang berasaskan sekuler buah dari penerapan sistem
kapitalisme. Dengan cara berpikir dan
gaya hidup yang jauh bebas tanpa aturan, terbentuklah lingkungan dan pribadi
yang bebas berekspresi, individualistis, dan minim empati terhadap sesama.
Untuk itu, butuh adanya perubahan secara mendasar untuk
menyelesaikan berbagai persoalan, khususnya tawuran dengan solusi yang
komprehensif.
Solusi Islam
Syariat Islam punya solusi yang hakiki untuk keluar dari
kerusakan sistem sekuler kapitalisme. Islam memberikan pedoman tingkah laku,
adab, dan akhlak yang baik. Dalam hal ini, kita membutuhkan dukungan keluarga.
Orang tua berperan penting dalam mendidik anak dengan
panduan Islam, serta didukung dengan lingkungan sosial yang peduli dengan
sesama, seperti saling support antartetangga, beramar makruf nahi mungkar,
menguatkan ketakwaan.
Negara berperan sebagai raa’in atau pengurus umat yang wajib
membangun ketakwaan pada setiap individu dan menerapkan aturan. Negara mengatur
sistem pendidikan untuk menghasilkan pribadi yang kuat ketakwaan dan
pengetahuannya. Negara juga mewujudkan hukuman yang tegas dengan melarang
kekerasan, menyakiti orang lain, melakukan kejahatan baik verbal maupun fisik.
Negara pun menyediakan fasilitas pendidikan yang memadai,
mulai dari kurikulum berbasis akidah Islam, sarana dan prasarana, pembiayaan
pendidikan, tenaga pengajar profesional, sampai sistem gaji guru yang
menyejahterakan.
Begitulah pendidikan berbasis sistem Islam yang memadukan
tiga peran sentral, yaitu keluarga, masyarakat, dan negara.
Terbentuknya kepribadian Islam mengharuskan adanya pola
pikir dan pola sikap Islam yang membuat seseorang akan senantiasa terikat
dengan syariat Islam.
Negara menerapkannya syariat Islam secara kaffah dalam
kehidupan. Syariat inilah jawaban atas berbagai problem yang melanda generasi
sekarang, termasuk tawuran. Hukum Islam yang paripurna ini tidak akan berfungsi
secara sempurna kecuali dalam wadah institusi khilafah. Wallahu Alam bisshowab.
Oleh: Avin, Muslimah Jember
![]()
Views: 7





