Tinta Media – Hamas mengajak warga Palestina untuk beribadah di mesjid Al Aqsa di bulan Ramadhan ini sebagai bentuk perlawanan atas pendudukan Israel. Sebagai bentuk solidaritas, warga Palestina juga diajak dan dihimbau untuk tetap mendukung saudara-saudaranya di Yerusalem, Gaza, dan Tepi Barat.
Sementara itu, otoritas Israel masih membatasi akses ke Masjid Al-Aqsa melalui karantina wilayah dengan alasan keamanan termasuk saat Ramadhan. Pembatasan ini dipandang oleh warga Palestina sebagai upaya untuk “meyahudikan” Yerusalem Timur, termasuk Masjid Al-Aqsa.
Pembatasan akses di kompleks Masjid Al-Aqsa yang dilakukan oleh zionis dengan dalih keamanan. Ini adalah bukti bahwa Palestine masih terjajah. Kaum muslimin masih berada dalam bayang-bayang zionis, karena keamanan kaum muslimin di tangan orang kafir. Gencatan senjata ternyata tidak berarti apapun karena pada faktanya zionis tetap saja berulah. Berbagai jenis bantuan yang akan masuk ke Gaza tetap dihalangi aksesnya oleh zionis laknatullah.
Jelas terlihat bahwa kaum muslim di tepi Barat maupun Gaza masih berada dalam kontrol zionis. Sejatinya, zionis paham betul kalau kaum muslim tidak akan pernah mudah menyerah dan akan terus melakukan perlawanan. Sehingga zionis melakukan cara politik dan militer untuk melakukan penekanan, bahkan di Al-Quds. Tapi warga Palestina tetap berusaha mempertahankan Al-Quds dengan segala daya dan upaya.
Palestina adalah negara yang penduduknya mempunyai keimanan yang kuat. Umat Islam Palestina tidak takut mati dan terus maju memperjuangkan tanah airnya.
Jadi, jangan gentar ketika menghadapi kebiadaban dan kejahatan zionis laknatullah yang dibeking Amerika Serikat. Jadikan Ramadhan sebagai momen untuk menguatkan azam dalam rangka mengusir penjajah. Umat Muslim jangan lagi terkecoh dengan solusi dua negara yang ujung-ujungnya tidak menguntungkan umat Islam terkhusus warga Palestina.
Jangan pernah mau berkompromi dengan penjajahan. Sampai kapan pun, zionis Israel adalah penjajah yang hanya bisa dihadapi dengan bahasa perang. Umat Islam mempunyai kekuatan yang tidak dimiliki oleh zionis yaitu kekuatan akidah dan keimanan yang tidak akan pernah bisa di awan dengan kekuatan militer zionis.
Entitas zionis adalah muhariban fi’lan yang tidak bisa diselesaikan atau dihadapi dengan berbagai solusi dua negara ataupun gencatan senjata. Mereka (entitas Zionis) hanya bisa dihadapi dengan perang yang efektif dan solutif di bawah komando seorang Khalifah. Di sinilah pentingnya ada sebuah negara yang menerapkan syariat Islam secara kaffah dalam naungan khilafah agar kaum muslim bisa melawan entitas Zionis. Sehingga satu-satunya agenda terpenting kaum Muslim yaitu tegaknya kembali khilafah yang akan mampu mengusir penjajah zionis dengan jihad fisabilillah di bawah komando Khalifah.
Wallahu a’lam bishawab.
Oleh: Dartem
Sahabat Tinta Media
![]()
Views: 17
















