Kiai Abi Yasin: Jihad adalah Puncak Perjuangan

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Ulama Pimpinan PP Al-Abqary, Serang, Banten, KH. Abi Yasin Mutohar menegaskan bahwa berperang di jalan Allah (jihad fii sabilillah) adalah puncak perjuangan di dalam Islam.

“Perang adalah ibadah. Berperang di jalan Allah merupakan ibadah paling agung. Dzirwatu sanamil Islam, puncak perjuangan di dalam Islam,” tegasnya dalam video pendek (short) Perang Bagian Dari Ibadah? Di kanal youtube Khilafah News, Senin (9/3/2026).

Kiai yang akrab disapa dengan Abi Yasin ini menjelaskan bahwa Rasulullah SAW pernah menerangkan betapa tingginya nilai jihad ketika ada sahabat yang bertanya tentang amalan yang setara dengan jihad di jalan Allah.

Rasulullah SAW, lanjutnya, menegaskan bahwa tidak ada amalan yang mampu menandinginya.

“Rasulullah SAW pernah ditanya, ‘Ya Rasulullah, tunjukkan kepada kami amal yang setara dengan jihad fii sabilillah?’ Namun Rasulullah menjawab, ‘Kalian tidak akan mampu,’” tutur Kiai Abi Yasin.

Kiai Abi Yasin melanjutkan penuturannya, setelah pertanyaan itu diajukan berulang kali, Rasulullah SAW kemudian memberikan gambaran mengenai amalan yang mendekati nilai jihad.

“Amal yang sebanding dengan jihad fii sabilillah adalah pada saat mujahid pergi dari rumahnya ke medan jihad, engkau tak henti-henti berpuasa di siang hari, bangun di malam hari, senantiasa mengisi siang dan malammu, hari-harimu diisi dengan ketaatan terus menerus sampai mujahid itu pulang lagi ke rumah,” ungkapnya.

Kiai Abi Yasin juga menyampaikan bahwa kemuliaan jihad juga menjadi pengingat bagi umat Islam di tengah situasi dunia yang saat ini diwarnai berbagai konflik bersenjata.

Menurutnya, perhatian dunia yang kini tertuju pada ketegangan antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat (AS) menunjukkan bahwa isu perang kembali menjadi pembahasan global.

“Kalau perang itu benar-benar di jalan Allah SWT, maka itu adalah kewajiban bagi kaum muslimin untuk memerangi pihak yang memerangi mereka,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa dalam sejarah Islam momentum Ramadhan tidak hanya dikenal sebagai bulan ibadah puasa, tetapi juga sebagai bulan perjuangan.

“Ramadhan bukan hanya bulan puasa, tetapi juga bulan jihad,” sebutnya memungkasi.[] Ikbal

Loading

Views: 14

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA