Tinta Media – Narator Khilafah News menyatakan bahwa perang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) global 2026 bukan sekadar persaingan teknologi, melainkan perebutan kendali atas masa depan dunia.
“Inilah perang AI global 2026! Bukan sekadar persaingan teknologi, tapi perebutan kendali masa depan dunia,” ujarnya dalam video berjudul “Era Robot Dimulai? Ini 5 Hal Mengejutkan yang Akan Terjadi” di kanal YouTube Khilafah News, Kamis (23/4/2026).
Ia mengungkapkan bahwa Amerika Serikat (AS), Cina, Jerman, dan Jepang berlomba membangun kecerdasan buatan (AI) yang tidak hanya pintar, tetapi juga strategis, militeristik, dan menentukan siapa yang akan memimpin dunia.
“Bayangkan sebuah perang tanpa suara dentuman di awalnya, tapi dampaknya bisa melumpuhkan negara dalam hitungan jam,” ulasnya.
“Pertanyaannya, ini masih kompetisi atau sudah pergolakan diam-diam?” tanya Narator Khilafah News melanjutkan.
Fakta pertama, sebutnya, AI telah menjadi alat ekonomi paling mematikan. Perusahaan seperti OpenAI, Google, dan Microsoft memimpin inovasi global dengan investasi ratusan miliar dolar AS.
“Di sisi lain, Cina dengan Huawei dan Tencent mengintegrasikan AI langsung ke industri dan negara,” ungkapnya.
Ia menambahkan, data menunjukkan pasar AI global diproyeksikan menembus lebih dari 1 triliun dolar AS sebelum 2030.
“Artinya siapa yang menguasai AI menguasai ekonomi digital dunia,” tandasnya.
Fakta kedua, Amerika Serikat mengembangkan drone otonom, sistem tempur berbasis AI, hingga analisis perang real-time melalui Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA), lembaga riset Departemen Pertahanan AS.
Cina, lanjutnya, tidak kalah agresif dengan konsep intelligent warfare (perang cerdas), sementara Rusia fokus pada pengembangan AI untuk sistem persenjataan dan siber.
“Bahkan laporan menunjukkan, lebih dari 60% militer modern sudah menguji AI dalam operasi tempur mulai dari pengenalan target hingga pengambilan keputusan otomatis,” ungkapnya lagi.
Fakta ketiga, kata Narator, perang chip dan robot menjadi kunci tersembunyi. Tanpa semikonduktor canggih dari perusahaan seperti Nvidia, AI tidak dapat berkembang maksimal.
“Itulah kenapa Amerika Serikat membatasi ekspor chips ke Cina. Sementara itu, Jepang dan Jerman memimpin dalam robot industri dengan lebih dari 50% robot manufaktur dunia digunakan di Asia. Ini bukan sekadar produksi, tapi kontrol rantai pasok global,” jelasnya.
Fakta keempat, Eropa memainkan peran melalui regulasi. Melalui Uni Eropa, mereka meluncurkan aturan AI paling ketat di dunia.
“Tujuannya cukup jelas, bukan untuk menjadi yang tercepat, tapi menjadi penentu standar global,” nilainya.
Ia menambahkan, jika perusahaan global ingin memasuki pasar Eropa, mereka harus mematuhi regulasi tersebut.
“Ini menjadikan regulasi sebagai senjata geopolitik baru yang tak kalah kuat dari militer,” ucapnya.
Fakta kelima, menurutnya, menjadi penentu posisi suatu negara.
Negara berkembang berada di persimpangan: jika hanya menjadi pengguna, mereka akan tertinggal, tetapi jika mampu beradaptasi, mereka bisa melompat jauh.
“Jika hanya menjadi pengguna mereka akan tertinggal, tapi jika mampu beradaptasi mereka bisa melompat jauh,” nilainya.
Narator menjelaskan bahwa AI akan mengubah 80% jenis pekerjaan dalam 10 hingga 15 tahun ke depan.
“Menurut berbagai riset global, artinya ini bukan hanya perang antar negara, tapi perang masa depan setiap individu,” sebutnya.
Sebagai kesimpulan, Narator menegaskan bahwa perang AI global 2026 bukan sekadar tentang robot atau teknologi, melainkan pertarungan kendali ekonomi, militer, bahkan cara manusia hidup.
“Dunia sedang berubah lebih cepat dari yang kita sadari. Dan pertanyaan terbesarnya bukan lagi siapa yang menang, tapi kita ada di pihak yang mana?” tanyanya retoris.
Narator juga memperingatkan bahwa di tengah perlombaan AI dan militer global, muncul pertanyaan mendasar.
“Mampukah dunia muslim bersatu, mandiri, dan melompat jauh ke depan sehingga menjadi lebih dari sekedar pengguna, tetapi menjadi kekuatan teknologi dan militar yang disegani?” tutupnya mengakhiri.[] Muhar
![]()
Views: 4






