Tinta Media – Mengutip Imam Ghazali dalam kitab Al I’tiqad fil Iqhtishad yang mengatakan agama dan kekuasaan sebagai saudara kembar, Cendekiawan Muslim Muhammad Ismail Yusanto (UIY) menggambarkan hubungan yang sangat erat ini seperti keping mata uang yang tak terpisahkan.
“Ini menggambarkan hubungan yang sangat erat antara agama dan kekuasaan seberapa erat digambarkan bagaikan saudara kembar tadi itu kalau bahasa kita itu dua sisi dari keping mata uang tak terpisahkan,” ujarnya dalam Bincang Hangat Fokus Spesial: Islam dan Politik di kanal YouTube UIY Official, Ahad (3/5/2026).
Lanjut UIY mengatakan bahwa agama itu pondasi dan kekuasaan itu penjaga. Apa yang tidak ada pondasi dia akan hancur akan roboh seperti bangunan dan apa yang tidak ada penjaga dia akan hilang.
“Jadi ini satu hubungan yang organik yang tak terpisahkan seperti digambarkan tadi seperti saudara kembar dan seperti dua sisi dari mata uang,” jelasnya.
Lantas ia mempertanyakan mengapa menjadi hubungan yang tak terpisahkan.
Menurutnya, tugas pokok dan fungsi dari kekuasaan itu menjaga agama mengatur dunia dengan agama itu.
” Bahkan dia merupakan inti dari eksistensi kekuasaan dan juga perwujudan konkrit dari agama. Fungsi utama dari kekuasaan adalah tadi menjaga agama. Bagaimana menjaga agama dengan menggunakan agama untuk mengatur kehidupan dunia, artinya kehidupan masyarakat dan negara,” tambahnya.
Dalam Islam ucapnya, tidak mungkin ada kekuasaan tanpa agama atau tidak mungkin dia meninggalkan agama dengan apa dia akan mengatur kehidupan masyarakat dan negara kalau bukan dengan agama dan juga tidak mungkin agama tanpa kekuasaan.
UIY mengutip ucapan Syeikh Mahmud Syaltut agama itu terdiri dari dua bagian besar, aqidah dan syariah.
“Perwujudan fungsi utama dari syariah adalah mengatur kehidupan manusia problem kehidupan manusia. Syariah akan menampak ketika dia digunakan ketika tidak digunakan maka dia hanya akan menjadi seperangkat pikiran-pikiran atau gagasan-gagasan atau aturan-aturan yang hanya berhenti di buku atau di kitab,” jelasnya.
Sekularisme
UIY menilai hubungan agama dan kekuasaan ini hari tidak ada lagi itu karena dunia ini Islam ini hari itu memang dilanda oleh sebuah paham yang sebenarnya dia tidak punya dasar tidak punya akar sama sekali di dalam ajaran Islam dan juga dalam sejarah Islam yaitu sekularisme.
“Sekularisme itu memisahkan dua hubungan ini. Jadi agama dipisahkan dari kekuasaan, kekuasaan dipisah dari agama,” ulasanya.
Ia berpandangan di situlah muncul filsafat macam-macam intinya filsafat materialisme yang kemudian menghasilkan kapitalisme liberalisme macam-macam itu kemudian agama dipisahkan dari kekuasaan.
Ia mencontohkan Anda boleh menjadi muslim tetapi muslim yang begini begini begini itu membuktikan agama ini sudah diatur gitu. Jangan begitu karena yang itu radikal ini saja yang ini moderat. Ini membuktikan bahwa agama itu sudah diletakkan secara tidak pada tempatnya.
“Akibatnya, agama ini diletakkan sekedar sebagai paham individu atau keyakinan individu. Dia tidak mempunyai dampak apa apa terhadap kehidupan masyarakat,” pungkasnya. [] Muhammad Nur
![]()
Views: 11






