Pakistan Bombardir Afghanistan, Jurnalis: Pemandangan Menyakitkan bagi Dunia Islam

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Pakistan memborbardir Afghanistan menewaskan sedikitnya 13 orang. Menyoroti hal ini Jurnalis Senior Joko Prasetyo menyatakan pemandangan yang menyakitkan bagi dunia Islam.

“Ini pemandangan yang menyakitkan. Sesama Muslim saling menyerang, saling menuduh, dan kembali menumpahkan darah sesama Muslim,” ujarnya dalam rilis yang diterima Tinta Media bertajuk Pakistan Versus Afghanistan: Ketika Ukhuwah Diganti oleh Perbatasan, Jumat (12/6/2026).

Jurnalis yang akrab disapa Om Joy ini menjelaskan, ini bukan soal siapa yang benar dan siapa yang salah dalam perang sesama Muslim.

Meskipun sebagian orang, lanjutnya mungkin segera bertanya: Siapa yang benar? Pakistan? Afghanistan? Atau Tehrik-i-Taliban Pakistan (TTP)?

“Perdebatan itu boleh saja dilakukan. Sekalipun salah satu pihak terbukti lebih benar daripada pihak lainnya, ada pertanyaan yang jauh lebih mendasar: Mengapa tragedi seperti ini terus berulang di dunia Islam? Mengapa yang saling berhadapan justru sesama Muslim?” urainya.

Karena itu, tandasnya, persoalan ini tidak cukup dibaca sebagai sengketa keamanan atau konflik lintas batas. Ia melihat, ada akar masalah yang lebih dalam.

“Akar masalahnya adalah garis buatan manusia. Banyak orang menganggap batas Pakistan dan Afghanistan sebagai sesuatu yang alamiah. Padahal tidak,” tegasnya.

Pada tahun 1893, Om Joy mengungkap bahwa Inggris menetapkan 𝐷𝑢𝑟𝑎𝑛𝑑 𝐿𝑖𝑛𝑒 yaitu garis perbatasan yang membelah wilayah suku-suku Muslim Pashtun yang selama berabad-abad hidup dalam satu kawasan yang sama.

“Satu umat dipisahkan oleh garis yang digambar penjajah. Satu komunitas dipecah ke dalam dua wilayah politik. Satu keluarga bisa berada di dua negara yang berbeda,” imbuhnya prihatin.

Pandangan Islam

Dalam Islam, Om Joy membeberkan, darah manusia bukan perkara ringan. Setiap tetes darah yang tertumpah akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT.

“Karena itu, konflik yang menelan korban jiwa tidak boleh dipandang hanya sebagai statistik atau kalkulasi geopolitik,” cetusnya.

Menurutnya, diperlukan jalan persatuan karena persoalan ini tidak cukup diselesaikan dengan seruan damai sesaat dan perundingan yang hanya meredakan konflik sementara.

“Umat Islam membutuhkan persatuan yang nyata. Persatuan yang dibangun di atas akidah Islam dan syariat Islam, serta diwujudkan dalam kepemimpinan Islam yang menyatukan umat,” tutupnya.[] Erlina

Loading

Views: 21

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA