UIY: Kemerdekaan adalah Membebaskan Manusia dari Penghambaan kepada selain Allah

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Cendekiawan Muslim Ustadz Muhammad Ismail Yusanto (UIY) menjabarkan makna kemerdekaan hakiki yang dibawa oleh Rasulullah Muhammad SAW.

“Kemerdekaan adalah bagaimana membebaskan manusia dari penghambaan kepada selain Allah, termasuk kepada sesama manusia,” ujarnya dalam acara Maulid Nabi bertema “Qudwah: Meneladani Rasulullah, Mengemban Risalah Islam” yang disiarkan melalui kanal YouTube 1 Ummah, Selasa (25/8/2026).

UIY lanjut menerangkan, kemerdekaan yang hakiki bisa dirumuskan sebagai keadaan pada diri seseorang, masyarakat dan negara, ketika bisa sepenuhnya menghamba tunduk patuh kepada Allah SWT dalam seluruh aspek kehidupan.

“Kehidupan pribadi, keluarga, kehidupan masyarakat, negara dalam aspek ekonomi, sosial, politik, budaya, dan seterusnya,” ulasnya.

Maka menurutnya, siapa saja yang tidak bisa mewujudkan ketundukannya kepada Allah SWT bisa dikatakan bahwa sebenarnya itu belum merdeka.

Begitu pun bagi negara yang tidak sepenuhnya mewujudkan ketundukan kepada Allah, ungkap UIY, sebagaimana Indonesia saat ini sesungguhnya negara ini juga dinilai belum merdeka.

“Kalau kita benar-benar sudah merdeka dengan menggunakan rumusan itu, maka (semestinya) tidak perlu waktu 11 tahun untuk bisa melegalisasi seragam, kerudung untuk SMA, SMP, dan SD,” simpulnya mencontohkan.

“Kalau kita betul sudah merdeka, tak perlu 19 tahun untuk berdirinya bank syariah di negeri ini. Oh, kalau betul kita ini sudah merdeka, tak ada lagi itu kata radikal-radikalisme. Kita takkan pernah ikut war on terrorism yang itu hakikatnya adalah war on Islam,” tambahnya melanjutkan.

UIY juga memberikan bukti berdasarkan list Foreign Terrorist Organization (FTO) bahwa lebih dari 99% individu dan kelompok Islam yang ada di dalam daftar disebut sebagai teroris.

Padahal menurut UIY, kalau terorisme diartikan sebagai individu, kelompok, bahkan negara yang dalam meraih tujuannya menggunakan kekerasan, mestinya siapa saja yang melakukan kekerasan dianggap teroris.

“Tapi faktanya kan tidak! Individu dan kelompok Islam lah yang mengisi list itu. Itu artinya ini war on Islam. War on terorism itu hanya untuk menutupi maksud sesungguhnya itu perang kepada Islam,” sesalnya.

“Kalau betul kita sudah merdeka, mestinya segala yang berbau Islam di negeri ini tidak sulit diterapkan” pungkasnya.[] Nasriani

Loading

Views: 3

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Tulisan Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA