FDMPB: Penculikan Jurnalis Indonesia, Semakin Menunjukkan Watak Represif Zionis Yahudi

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Ketua Forum Doktor Muslim Peduli Bangsa (FDMPB) Dr. Ahmad Sastra menilai, penculikan jurnalis Indonesia oleh tentara Israel, dalam misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF), semakin menunjukkan watak represif rezim Zionis Yahudi penjajah.

“Semakin menunjukkan watak represif rezim (Zionis Yahudi) penjajah tersebut,” ujarnya kepada Tinta Media, Kamis (21/5/2026).

Ahmad Sastra menjelaskan bahwa Al-Qur’an telah mengabadikan karakter jahat Bani Israil pada masa lampau yang gemar melakukan pelanggaran besar, termasuk membunuh para nabi utusan Allah.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surah Ali Imran ayat 61yang mengatakan, “Dan mereka membunuh para nabi tanpa alasan yang benar…”.

Menurutnya ayat ini menunjukkan bahwa pembangkangan dan kezaliman telah menjadi bagian dari sejarah sebagian kaum tersebut.

Hingga saat ini, Ahmad Sastra mengungkapksn, Israel pun terus melakukan agresi dengan dukungan politik dan militer dari sekutu-sekutunya, terutama Amerika Serikat. Dukungan tersebut tampak dalam bantuan persenjataan, veto di forum internasional, hingga legitimasi politik terhadap pendudukan wilayah Palestina.

Yang terjadi hari ini di Gaza sebutnya, merupakan bentuk genosida modern. “Ribuan warga sipil terbunuh, rumah sakit dihancurkan, bantuan kemanusiaan dihambat, bahkan anak-anak menjadi korban pembantaian,” ujarnya.

Khilafah

Ahmad Sastra juga mengungkapkan bahwa salah satu penyebab utama lemahnya dunia Islam adalah hilangnya institusi pemersatu umat, yaitu khilafah.

“Dalam pandangan ini, ketika dunia Islam terpecah menjadi banyak negara bangsa dengan kepentingan masing-masing, maka kekuatan umat melemah dan mudah didominasi kekuatan asing,” jelasnya.

Ia mengutip ucapan seorang ulama Syaikh Taqiuddin an-Nabhani dalam berbagai karya politiknya yang menegaskan bahwa persatuan politik umat Islam merupakan kewajiban syar’i untuk menjaga kehormatan dan keamanan negeri-negeri Muslim.

“Penjajahan modern dapat terus berlangsung karena umat Islam kehilangan kepemimpinan politik global yang mampu melindungi wilayah-wilayah kaum Muslimin,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa sejarah telah menunjukkan bahwa Palestina pernah dibebaskan oleh pemimpin-pemimpin Muslim seperti Umar bin Khattab dan Salahuddin al-Ayyubi ketika umat Islam bersatu.

“Oleh karena itu persatuan umat dan tegaknya khilafah, keadilan, dan keteguhan pada ajaran Islam, harapan bagi kemerdekaan Palestina akan segera terwujud,” pungkasnya.[] Muhammad Nur

Loading

Views: 5

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA