Tinta Media – Menanggapi kasus skandal Jeffrey Epstein, Pakar Biologi Molekular dan Alumni Harvard University Ahmad Rusdan Handoyo Utomo Ph.D menilai masalah dari peradaban di Amerika Serikat (AS) adalah sekuler kapitalistik.
“Ya, memang ini masalah dari peradaban di Amerika itu kan sekuler kapitalistik,” tuturnya dalam video Skandal Epstein Mengguncang Elite Dunia, di kanal YouTube UIY Official, Ahad (8/2/2026).
“Artinya, mereka bisa sangat kompleks dalam membahas hal-hal benda mati, tetapi relatif mudah (menyederhanakan masalah) dalam hal urusan dengan manusia. Jadi, peradaban material mereka kan memang bisa diakui. Tapi kalau urusan manusia kan relatif simpel,” jelasnya.
Ahmad menilai, kalau bicara orang-orang powerful (memiliki pengaruh besar) seperti Epstein ini sudah punya semuanya. Mobil, tanah, aset, uang itu sudah tidak ada serinya.
“Apalagi sih mereka mau cari? Begitu kan. Nah, akhirnya mereka indulging them himself (menuruti keinginan hawa nafsu mereka sendiri). Sesuatu yang mereka bisa lakukan with impunity (kebebasan dari hukuman, tanpa dihukum) tanpa akuntabilitas,” ulasnya.
“Kalau dulu mungkin mereka cukup bermain-main perempuan dewasa, tapi mungkin buat mereka itu sudah biasa. Tapi kalau udah sama anak kecil gitu kan, jadi apa ya,” herannya.
“Tetapi memang dari sisi kultur mereka di bawah alam sadar mereka, apa sih yang mereka inginkan? Enggak ada akhirat juga. Mereka juga enggak begitu percaya akhirat kan. Nah, itu secara kultur ya seperti itulah kira-kira,” tandasnya.
Ahmad mengatakan bahwa ini menunjukkan kebobrokan Barat. Barat mungkin suka mendiskreditkan orang Islam. Melakukan sesuatu yang menurutnya sangat sexualized. “Bahkan nabi kita pun suka mereka cemooh karena itu,” terangnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa ada salah satu event yang anak-anak kecil ikuti disebut modeling queen. Semacam Miss Universe tetapi untuk anak-anak. “Dan itu banyak banget yang akhirnya menceritakan bagaimana mereka itu bahkan sampai dipegang-pegang bahkan diukur jenis apa alat kelaminnya, kedalamannya seperti apa, sampai segitu gilanya mereka, bejatnya sampai seperti itu,” ketusnya.
Ahmad lantas menyebut karena para pelaku dari kalangan big and powerful, atau memiliki nama besar dan punya kekuatan, maka penegak hukum jadi berpikir untuk memproses kasus tersebut. Kecuali kalau penguasa juga ada kepentingan, maka dihantam sekalian saja. Jadi, sebutnya, drama ini bisa dibilang menarik tidak menarik.[] Ajira
![]()
Views: 27







