Tinta Media – Menyoroti perpanjangan kontrak izin pertambangan PT. Freeport Indonesia hingga tahun 2061, Narator Tinta Media menegaskan bahwa hal itu bukan kemajuan tapi pengkhianatan atas amanah.
“Freeport 2061 bukan kemajuan, tapi pengkhianatan atas amanah,” ujarnya dalam tayangan bertajuk “Freeport 2061: Indonesia Kaya Tambang, Tapi Miskin Kedaulatan” di kanal YouTube Tinta Media Studios, Rabu (19/11/2025).
Sebab, ia mengungkapkan, Freeport yang diklaim membawa investasi tapi nyatanya menggadaikan kedaulatan.
“Emas, tembaga di Papua, yang seharusnya jadi sumber kesejahteraan rakyat justru kembali jatuh ke tangan asing,” sesalnya.
Ia pun membeberkan bahwa kehidupan rakyat Papua tetap miskin di tengah gunung emas. Pendidikan terbatas, kesehatan tertinggal, sementara miliaran dolar mengalir ke luar negeri.
“Lantas siapakah yang diuntungkan? Jelas bukan rakyat, tapi korporasi besar dan para penguasa yang tunduk pada logika pasar,” bebernya.
Padahal, lanjutnya, menyatakan bahwa Allah SWT sudah mengingatkan di dalam firmannya, Al-Qur’an surah Al-Hasyr ayat 7.
“Agar harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu,” kutipnya.
Dalam Islam, tegasnya, tambang dan sumber daya alam (SDA) adalah milik bersama yang seharusnya dikelola negara untuk kemakmuran umat.
“Bukan untuk memperkaya asing atau segelintir elite,” pungkasnya.[] Muhar
Sumber:
![]()
Views: 28












