Pengamat Beberkan Cara agar Terhindar dari Brain Rot

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Pengamat Sosial Iwan Yanuar membeberkan cara agar terhindar dari brain rot (pembusukan otak akibat terlalu lama melihat konten receh di media sosial).

“Pertama, batasi penggunaan gadget, karena orang Indonesia itu, dari satu riset sehari 5,5 jam dia membuka handphone-nya,” ujarnya di Kabar Petang dengan tajuk Brain Rot Kecanduan Konten Receh, Kamu Termasuk? Senin (30/12/24) di kanal Youtube Khilafah News.

Ia menyarankan untuk diet buka gadget kalau sedang kerja atau sedang mengerjakan tugas kuliah. “Mendingan ditutup medsosnya, termasuk WhatsApp (WA) pun ditutup, karena kalau enggak, terdistraksi [mudah terganggu saat melakukan sesuatu],” sarannya.

Kedua lanjutnya, kalaupun melihat konten-konten harus yang berkualitas, jangan cuplikan film yang sifatnya lawakan. “Mengonsumsi konten-konten yang berkualitas seperti ceramah, konten-konten politik, membuat otak kita bisa fokus dan bisa berpikir lebih mendalam,” bebernya.

Ketiga, tuturnya, harus merutinkan aktivitas yang sifatnya fisik seperti olahraga, jogging, main sepeda, futsal, dan lain-lain. “Lebih baik seperti itu,” tukasnya.

Menurutnya, jika ingin berinteraksi dengan seseorang lebih baik bertemu langsung sehingga ada interaksi fisik.

Terakhir, kata Iwan, harus bijak-bijak menggunakan teknologi terutama media sosial. “Bahwa memang medsos atau information technology (IT) itu banyak manfaatnya tetapi kalau kita enggak bijak maka akhirnya kita ini akan terseret dalam adiksi media sosial termasuk adiksi untuk konten-konten yang receh-receh yang enggak bermutu sehingga rentan mengalami brand rot,” pungkasnya.

Sebelumnya, ramai pembahasan tentang bahaya brain rot atau pembusukan otak yang dialami oleh generasi gen z, karena terlalu banyak mengonsumsi konten-konten receh. Brain rot menyebabkan otak mengalami kedangkalan dalam berpikir, memiliki nalar yang pendek, tidak bisa fokus pada persoalan yang lebih serius, tidak bisa konsentrasi pada hal-hal yang membutuhkan pemikiran yang panjang. [] Setiyawan Dwi.

Loading

Views: 16

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA