Menunggu Tinta Illahi
Tinta Media: Ketika sinar rembulan redup Sunyi sepi mengusik kalbu Sepitas bibir yang bergelumat Sajaknya membuat getaran di hati Beriringan
![]()
Tinta Media: Ketika sinar rembulan redup Sunyi sepi mengusik kalbu Sepitas bibir yang bergelumat Sajaknya membuat getaran di hati Beriringan
![]()
Tinta Media – Sebenarnya saya tidak ingin golput Saudara! Saya ingin memilih orang-orang shaleh yang cendekia, yang peduli pada nasib rakyat,
![]()
Tinta Media – Aku pernah bertanya soal kepemimpinan Tapi mengapa tak pernah ada jawaban Selain perpecahan dan permusuhan Kata Pak Guru,
![]()
Tinta Media – Syair ini berjudul “Ya Ghazzah Isthabiri Fa al-Fajru Mauludun” dan kemudian diterjemahkan dengan penyesuaian oleh Mada W.
![]()
Tinta Media – Tirai yang ku tunggu Ujung yang berkilau emas berpadu Semilir angin yang menerka wajahku Arahnya dari permadani hijau,
![]()
Tinta Media – Di bawah lautan bintang menawan Aku teringat sebuah kenangan Tersusun rapi dalam sukma Tak akan lekang oleh
![]()
Tinta Media – Masa lalu itu terus menghantui Terkunci rapat dalam memori Penuh alpa dan salah Hidup seolah tak tentu
![]()
Tinta Media – Kala langit kelam menghitam Tertutup selaksa awan Tenggelam dalam lautan kemaksiatan Tanpa pegangan yang menyelamatkan Perlahan tapi
![]()
Tinta Media – Di bawah atap harapan yang baru, Terkulai sekolah dengan cerita yang indah. Tak lagi kaku dalam temaram
![]()

Roda kehidupan terus berputar Kebebasan kian menyasar Menghempaskan setiap insan Dalam lumpur kemaksiatan Desiran angin membisikkan Manisnya cinta dalam keharaman
![]()