Paradoks Demokrasi Otoriter

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Di negeri yang mengaku bebas bersuara,

Kritik menjelma alamat petaka,

Kata jujur dipelintir jadi ancaman kuasa,

Sunyi dipaksa tumbuh dari rasa takut yang nyata.

 

Demokrasi dipajang di baliho cahaya,

Namun dijaga tangan besi penuh curiga,

Yang bertanya diteror tanpa dosa,

Agar patuh lahir dari luka dan cemas semata.

 

Kekuasaan sejati tak gentar dikoreksi,

Kritik adalah cermin, bukan konspirasi,

Saat ancaman mengganti dialog dan empati,

Yang hidup bukan demokrasi, tapi tirani.

 

Islam menempatkan kuasa sebagai amanah,

Penguasa pelindung, bukan penebar resah,

Suara rakyat dijaga, bukan dibantah,

Agar keadilan tumbuh tanpa rasa takut dan pasrah.

 

Oleh: Ilma Nafiah,

Sahabat Tinta Media

Loading

Views: 33

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA