Tinta Media – Direktur Siyasah Institute Iwan Januar mengajak umat Islam untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum untuk kembali kepada fitrah.
“Bulan Ramadhan adalah momentum untuk umat kembali kepada fitrah, untuk kemudian mampu mengendalikan hawa nafsu sehingga menjadi sosok yang hanya tunduk kepada-Nya,” tuturnya dalam Minute to Change: Spiritual Detox Healing untuk Jiwa, Sabtu (8/3/2025) di kanal YouTube One Ummah TV.
Menurutnya, tak ada balasan kecuali surga bagi mereka. “Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya),” ujarnya mengutip firman Allah SWT yang termaktub di dalam QS an-Naziat: 40-41.
Ia mengutip hadits riwayat al-Hakim, al-Khathib, Ibnu Abi ‘Ashim dan al-Hasan bin Sufyan, Rasulullah SAW bersabda, “Tidak sempurna iman seseorang di antara kalian sampai hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa.”
Maknanya, jelas Iwan, selain harus mendahulukan keinginan Rasulullah daripada keinginannya, seorang Muslim juga harus lebih mengedepankan syariat yang dibawa beliau SAW.
Pasalnya, tegas Iwan, hawa nafsu pada dasarnya menjadi yang mengikuti (tabi’). Sementara syariat Islam yang dibawa Rasulullah SAW adalah yang diikuti (al-matbû’). Sebutlah seperti halnya peradaban dan pemikiran beracun yang saat ini berkembang, seharusnya mengikuti batasan-batasan yang telah ditentukan syariat Islam.
“Karenanya, di bulan yang penuh berkah umat Islam pun seharusnya menundukkan diri kepada Allah SWT. Dan ibadah puasa di bulan yang penuh berkah ini akan benar-benar mengembalikan kedudukan sebagai hamba yang cinta dan taat hanya kepada Allah dan Rasul-Nya,” pungkasnya.[] Al Akrom Billah
![]()
Views: 17
















