Jalan Pintas yang Tak Tuntas

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Allah Swt. Menciptakan manusia dengan fitrahnya. Manusia
diberi naluri beragama, naluri mempertahankan diri, dan naluri ketertarikan
terhadap lawan jenis. Manusia juga dilengkapi dengan kebutuhan jasmani untuk
mempertahankan hidup bagi diri dan keluarganya.

Dalam memenuhi kebutuhannya, baik jasmani maupun naluri,
sebagian masyarakat tidak menyandarkan perbuatannya pada halal dan haram.
Banyak masyarakat yang tidak paham karena tidak punya kesempatan untuk menimba
ilmu, termasuk tentang agama. Waktu mereka terbatas, tersita untuk memenuhi
kebutuhan jasmani yang makin sulit didapat. Kesempatan dan peluang pun tidak
tersedia. Akibatnya, banyak masyarakat melakukan jalan pintas yang dianggap
paling mudah tanpa memikirkan risiko yang akan terjadi di depannya.

Impitan ekonomi yang makin berat, kebutuhan yang mendesak,
dan berbagai keinginan yang tidak pernah kunjung terwujud dalam sistem
kapitalisme menjadikan kerusakan dan kezaliman kian nyata dan merajalela,
memaksa masyarakat melakukan tindakan yang melanggar aturan Allah Swt.

Hudi online, misalnya. Pelaku telah masuk ke seluruh pelosok
negeri, menjerat masyarakat dari berbagai lapisan, mulai masyarakat bawah sampai
kalangan atas, baik laki-laki maupun perempuan, orang tua, dewasa, remaja,
hingga anak-anak. Bahkan, yang sekarang jadi sorotan adalah para pemangku
kebijakan, wakil rakyat, yang seharusnya memberi teladan baik.

Hal tersebut terjadi karena tidak adanya kepemimpinan
yang  mampu mengurus rakyat dengan baik. Saat ini, kebutuhan dan hak-hak
rakyat diabaikan. Minimnya ketersediaan lapangan kerja bagi mereka yang tidak
punya kemampuan maksimal dari berbagai aspek mengakibatkan segala cara
dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Selain lemahnya keimanan, masyarakat juga dikondisikan
dengan sistem yang tidak pernah memihak kepada rakyat. Penguasa sibuk dengan
urusan memperkaya diri sendiri, mengambil kebijakan yang selalu merugikan
rakyat. Inilah buah dari sistem kapitalisme sekuler (pemisahan agama dari
kehidupan).

Sementara itu, Islam memiliki cara untuk menyelesaikan
segala macam persoalan, termasuk cara menangani berbagai kemaksiatan seperti
judi, baik offline maupun online. Apa pun bentuk permainannya, judi adalah
haram. Tidak ada istilah “judi legal atau ilegal”.

Kesadaran masyarakat dan upaya maksimal negara akan mampu
menyelesaikan persoalan judi, baik online (judol)  atau offline

Langkah yang ditempuh dalam kepemimpinan Islam adalah dengan
cara pencegahan dan penegakan hukum yang tegas.

Selain itu dibutuhkan pula ketakwaan sebagai cerminan dari
keterikatan pada hukum syariat dan terpeliharanya diri untuk tetap taat
melaksanakan perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya.

Sejatinya, Islam telah memberikan bukti nyata saat syariat
diterapkan. Kesejahteraan masyarakat dijamin seluruhnya oleh negara. Kebutuhan
hidup mereka terpenuhi, bahkan keinginan yang diharapkan bisa terwujud tanpa
pelanggaran hukum syara’.

Allah berfirman,

“Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan
mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak
disangka-sangka.” (QS. Ath-Thalaq: 2-3)

Mau sampai kapan kita percaya pada penguasa yang datang
silih berganti, tetapi tetap melaksanakan sistem buatan manusia yang sudah
sangat jelas menjadi penyebab kemiskinan dan kesengsaraan? Penguasa tidak
pernah memberi solusi tuntas dalam setiap persoalan yang dihadapi. Padahal,
kehidupan terus berjalan dan kita harus mempertanggungjawabkannya kelak di
hadapan Allah Swt.

Untuk itu mari bersegera mengembalikan kehidupan Islam,
karena solusi efektif dan efisien hanya dengan menerapkan syariat Islam secara
kafah dalam naungan khilafah. Wallahualam bissawab.

Oleh: Teti Kusmiati, Sahabat Tinta Media

Loading

Views: 11

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA