Kesejahteraan Petani, Bisakah Tercapai dalam Sistem Kapitalis?

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Memprihatinkan, para petani Indonesia sedang dilanda
berbagai permasalahan yang tak kunjung usai seperti krisis regenerasi petani,
petani yang dipandang sebelah mata, penjualan yang merugikan petani, sulitnya
modal usaha, pupuk yang mahal, kegagalan panen, kurangnya ketepatan teknik
budidaya, adanya alih fungsi lahan, dan lain-lain.

Sehingga salah satu solusi untuk permasalahan tersebut para
petani di Desa Ciparay, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung dikenalkan sistem
pertanian berbasis teknologi. Pemupukan padi yang bisa dilakukan menggunakan
drone.

Salah satu petani, Ridwan Sanjaya mengatakan adanya
teknologi tersebut membantu para petani. Pasalnya mereka butuh regenerasi
petani seiring berkembangnya zaman. (detikJabar.com Jumat 21/06/2024 )

Tetapi solusi tersebut kuranglah tepat karena ada unsur
bisnis di dalamnya, petani harus membeli atau menyewa teknologi tersebut.
Alhasil para petani harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk
menyewanya bahkan ratusan juta untuk membelinya. Padahal para petani di
Indonesia berasal dari kalangan menengah ke bawah.

Inilah hasil dari diterapkannya Sistem Kapitalis-Liberalis
solusi yang dikeluarkan tergantung pada keuntungan semata bukan pada kesejahteraan
umatnya.

Dalam Islam pertanian memiliki peran penting dalam peradaban
Islam, dan para petani mempunyai kontribusi yang sangat besar dalam mewujudkan
ketahanan pangan, mereka merupakan pelaku utama dalam sektor pertanian. Islam
telah memuliakan para petani sejak zaman Rasulullah hingga runtuhnya Islam pada
tahun 1924 M. Bahkan bercocok tanam atau pertanian  menjadi anjuran Rasulullah dan mendatangkan
pahala bagi pelakunya.

Jika kita amati ketika aturan Islam diterapkan secara
menyeluruh dalam kehidupan, kesejahteraan petani selalu diperhatikan. Para
Pemimpin Islam akan mengeluarkan kebijakan-kebijakan untuk memajukan bidang
pertanian dan menyejahterakan para petani seperti penggarapan lahan mati,
membangun bendungan dan kanal-kanal, membangun dan menyempurnakan perhubungan
ke daerah-daerah baik melalui darat maupun 
air, dikembangkannya ilmu pertanian, dan masih banyak lagi.

Inilah bukti kita memerlukan aturan Islam diterapkan secara
menyeluruh dalam berbagai aspek kehidupan termasuk dalam pertanian dengan
mengembalikan kehidupan Islam dalam naungan Khilafah Islam. Wallahu A’lam
Bishawab

Oleh: Susanti Nuraeni, Muslimah Peduli Generasi

Loading

Views: 13

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA