Nasionalisme Ajaran Sesat dan Menyesatkan

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads
Nasionalisme Ajaran Sesat dan Menyesatkan

Tinta Media – Mencintai tanah kelahiran adalah naluri yang ada pada diri
setiap insan. Jika negerinya diserang, pasti akan melawan dan membela
negerinya. Begitu pula akan merasa bangga, saat negerinya mampu menjadi juara
dalam ajang kompetisi internasional. Tapi, sangat berbeda dengan nasionalisme
yang merupakan ideologi yang menjadikan cinta tanah air dan bangsanya di atas
segala-galanya. Bahkan sering dijadikan alasan untuk tidak menerapkan Islam
secara kaffah, dan berani melanggar aturan-Nya dengan alasan nasionalisme.

Sering dalam kehidupan sehari-hari,  sering terjadi menghalalkan sesuatu yang
haram dengan dalih nasionalisme. Sebagai contoh dalam jalan sehat perayaan
kemerdekaan RI ada unsur judi dengan memperjual belikan kupon dengan
iming-iming hadiah. Mereka tidak peduli dan tetap melanggar syariat-Nya dengan
alasan nasionalisme, NKRI harga mati. .

Tidak jarang budaya lokal yang tidak sesuai ajaran Islam
dijunjung  tinggi dan dipertahankan
dengan alasan nasionalisme. Busana daerah yang tidak menutup aurat dipertahankan
sebagai bentuk kebhinekaan karena nasionalisme.

Yang pasti ideologi nasionalisme akan menghalang-halangi
diterapkannya Islam secara kaffah. Bukankah Rasulullah juga sangat mencintai
tempat kelahirannya, Mekah, namun beliau rela hijrah ke Madinah karena di
Mekkah tidak lagi kondusif untuk dakwah Islam. Saat permusuhan dan kebencian
masyarakat Mekkah begitu besar, beliau memutuskan untuk mengajak para sahabat
hijrah ke Madinah. Dan peristiwa itu diperingati dalam tahun baru Islam sebagai
tonggak berdirinya negara Islam, yang bisa menerapkan Islam secara kaffah dalam
kehidupan.

Nasionalisme adalah ideologi, ajaran  sesat dan menyesatkan yang harus ditinggalkan
sebagai bentuk keimanan kita pada Allah SWT. dan rasul-Nya. Harusnya dalam
menyikapi sesuai seorang Muslim selalu mengaitkan dengan ajaran yang lurus dan
mulia, bukan ajaran nasionalisme demokrasi yang sesat dan menyesatkan. Saat
dihadapkan pada satu masalah atau memutuskan apa yang terbaik, benar atau salah
harusnya Islam yang  dijadikan landasan berpikir,
bukan nasionalisme.

Harusnya kita mencontoh Rasulullah dan para sahabat untuk
hijrah dari sistem kufur menuju sistem Islam yang menjamin diterapkan Islam
secara kaffah serta mewujudkan kehidupan Islami dengan penduduk beriman dan bertakwa
agar pintu berkah dari langit dan bumi terbuka, bukan azab yang pedih karena
banyak ayat-ayat didustakan seperti yang terjadi saat ini.

Oleh: Mochamad Efendi, Sahabat Tinta Media 

Loading

Views: 30

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA