Mitigasi Bencana Lemah, di Mana Peran Pemerintah?

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads
Mitigasi Bencana Lemah, di Mana Peran Pemerintah?

Tinta Media – Di tengah malam yang sunyi, Kabupaten Sanggau
diguncang oleh gempa, menambah daftar tantangan yang harus dihadapi oleh
masyarakat yang sudah terpuruk akibat cuaca ekstrem dan banjir. Pada Selasa
malam, 24 September 2024, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, kembali dilanda
gempa dengan kekuatan magnitudo 2.7 yang terdeteksi pada pukul 23.49 WIB. Gempa
ini berlokasi di 0,44 LU, 110,45 BT, sekitar 34 km barat laut Sanggau. Selain
itu, hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang terjadi sejak dini hari
juga menyebabkan banjir di Desa Kedakas, Kecamatan Tayan Hulu, akibat meluapnya
Sungai Semaong yang melintasi desa tersebut (beritasatu.com).

Banjir yang melanda Sanggau bukanlah fenomena
baru; dalam enam bulan terakhir, bencana ini telah berulang kali terjadi setiap
kali hujan deras turun. Meskipun curah hujan akhir-akhir ini cukup tinggi dan
lahan serapan air berkurang akibat banyaknya lahan sawit, tidak seharusnya
hujan menjadi pihak yang disalahkan. Penyebab utama banjir ini adalah kerusakan
lingkungan yang diakibatkan oleh tindakan manusia, seperti ekspansi lahan sawit
dan pembalakan hutan secara besar-besaran.

 

Bencana banjir yang terus berulang menunjukkan
bahwa mitigasi bencana di Indonesia masih sangat rendah. Penanganan tidak cukup
hanya dilakukan oleh badan penanggulangan bencana; kerja sama masyarakat juga
sangat diperlukan. Seharusnya negara hadir untuk menjaga kestabilan, tetapi
kenyataannya, banyak aturan yang dibuat justru menguntungkan korporasi, bukan
melindungi keselamatan rakyat. Inilah wajah kapitalisme, di mana selama
keuntungan terus mengalir dari sektor sawit, dampak negatif terhadap masyarakat
sering diabaikan.

Berbeda dengan sistem kapitalisme, Islam memiliki
aturan yang komprehensif dan terintegrasi dari hulu ke hilir. Islam juga
menyediakan pengaturan yang jelas mengenai penggunaan lahan dan hutan, sehingga
pengelolaannya tidak sembarangan. Dalam Islam, mitigasi bencana tidak hanya
berfokus pada solusi praktis, tetapi juga mencari akar masalah untuk mencegah
terulangnya kasus serupa di masa depan.

Oleh: Nur Afifah, Sahabat Tinta Media 

Loading

Views: 8

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA