Tinta Media – Cendekiawan Muslim Ustadz Muhammad Ismail Yusanto (UIY) menilai 20 poin proposal Donald Trump untuk Gaza ingin melanggengkan eksistensi penjajah Israel.
“Ini tidak bisa dibaca kecuali bahwa mereka ingin melanggengkan eksistensi Israel di wilayah itu. Jadi perdamaian yang dimaksud adalah Israel tetap ada di sana, bahkan kalau bisa terus meluaskan wilayah kekuasaannya,” ungkapnya dalam acara Focus to the Point dengan tema: Palestina Tidak Dijual: Menolak 20 Poin Trump! Jumat (3/10/2025) di kanal YouTube UIY Official.
Menurutnya, pertemuan Trump dengan pemimpin negeri-negeri Muslim, seperti Turki, Indonesia, Qatar, dan lain-lain, menjelaskan bahwa mereka sudah sangat akomodatif terhadap apa yang menjadi keinginan Amerika.
“Sebutlah misalnya kayak Mesir. Mesir itu kan sampai hari ini begitu kokoh menjaga pintu Rafah. Bahkan dia sampai tega membiarkan penduduk Gaza begitu rupa di dalam penderitaan,” ujarnya.
UIY melihat Proposal Donald Trump ini fokus untuk menyelamatkan Israel.
“Ya, justru di situ pertanyaan besarnya, mengapa yang menjadi fokus sekarang Israel dan seolah-olah yang menjadi korban itu Israel, dan karenanya kemudian yang harus dibela atau yang harus dipikirkan itu adalah Israel,” ungkapnya.
Menurutnya, umat Islam saat ini mengalami satu kekalahan dalam narasi. Kekalahan narasi itu one step menuju kepada kekalahan faktual.
“Perang hari ini itu ada dua. Ada perang fisik, ada perang pemikiran. Ada al-ghazwul fikri, ada al-ghazwul askari. Jika perang fisik sudah tidak bisa kita menangi, ya kita kalah di situ. Mestinya kita masih punya peluang untuk menang di dalam perang pemikiran. Tetapi jika perang pemikiran itu juga kalah, maka kita sebenarnya sudah kalah di semua lini perang itu,” bebernya.
Ia mengingatkan umat agar menolak proposal Donald Trump. “Nah, kalau sekarang mereka ingin memainkan, mengambil peran dalam apa yang disebut perdamaian di wilayah Palestina, maka perdamaian itu pastilah perdamaian di dalam kerangka mereka, yaitu melanggengkan perampasan dan penjajahan Israel dan menghentikan seluruh bentuk perlawanan rakyat Palestina, khususnya dan umat Islam secara umum terhadap penjajahan itu. Karena itu, jelas kita mestinya tidak boleh ragu untuk menolak proposal itu. Harus kita katakan, say no,” pungkasnya. [] Imam Wahyono
Views: 24






