Tinta Media – Direktur Forum On Islamic World Studies (FIWS) Farid Wadjdi beberkan tiga hal utama menyikapi kecelakaan maut, yang melibatkan kereta api di stasiun Bekasi Timur.
“Pertama dari sisi kitanya, ada segi kita, manusianya bersabar kalau ada ujian,” ujarnya kepada Tinta Media, Rabu (29/4/2026) di Dakta FM.
Menurutnya, semuanya itu berasal dari Allah subhanahu wa taala dan manusia kembali kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.”Bagi yang meninggal ya ini merupakan takdir dari Allah yang sudah ditetapkan oleh Allah. Sementara bagi kita yang hidup, tentu ini menjadi pelajaran bagi kita bahwa kematian itu bisa menjemput kita kapan saja sehingga seharusnya kita dalam tiap detik, hati kita tidak lepas dari Allah dan tidak melakukan kemaksiatan kapanpun,” ujarnya.
Kedua, lanjutnya, dari segi ketaatan kepada Allah. Karena bisa jadi, saat tertentu orang itu bermaksiat, sehingga Allah mencabut nyawanya.
Ketiga, adanya tanggung jawab negara. Sebab, ungkapnya, dalam Islam itu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengatakan imam adalah pengatur urusan-urusan rakyatnya dan akan dituntut pertanggungjawaban setiap perkara-perkara.
“Nah karena itu adalah kecelakaan-kecelakaan seperti ini fungsi negara itu sangat penting, bagaimana negara benar-benar memperhatikan transportasi rakyat, bagaimana rakyat mendapatkan transportasi bukan hanya murah atau terjangkau tapi juga aman dan juga nyaman,” paparnya.
Ia menuturkan, kalau dilihat dalam batas-batas tertentu, terlihat ketidaknyamanan terkait dengan kereta api — bagaimana orang berdesak-desakan dan sebagian besar adalah wanita. Ini jelas menimbulkan ketidaknyamanan.
“Yang terpenting itu memang aman, kalau ketidaknyamanan itu tidak sepenuhnya bisa didapatkan, ya transportasi itu harus aman. Karena orang mungkin bisa bertahan dari segi ketidaknyamanan. Karena kondisi yang mau tidak mau menuntut itu,” bebernya.
Tapi, tegasnya, kalau aman itu harga mati.
Oleh karena itu, sarannya, harus ada keseriusan yang sungguh-sungguh terkait dengan keamanan dan kenyamanan transportasi ini.
“Dan faktor-faktor seperti korupsi itu jadi faktor yang perlu diperhatikan. Meskipun alasannya bisa jadi efisiensi dan sebagainya, kalau berimbas pada keamanan untuk rakyat ya Ini suatu bentuk kelalaian,” tutupnya.[] Novita Ratnasari
![]()
Views: 4






