Peneliti Nuklir: Sumber Radiasi Cesium-137 di Banten dari Luar Negeri

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Sumber radiasi Cesium-137 di kawasan industri Cikande, Banten, menurut Peneliti nuklir dan mahasiswa doktoral Nuclear Engineering, Institute of Science Tokyo, Andika P. Dwijatmoko, S.T., M.Eng. berasal dari luar negeri.

“Memang sumber radiasinya (Cesium-137) itu bersumber dari luar Indonesia. Ini berarti kan bentuk kelengahan dari perbatasan karena di pelabuhan itu tidak berhasil mendeteksi adanya kontaminasi bahan berbahaya di barang bekas yang diimpor masuk ke dalam negeri ini,” ujarnya dalam program Kabar Petang: Jejak Maut Cesium-137 di Jantung Industri Cikande, Kok Bisa? Di kanal YouTube Khilafah News, Rabu (15/10/2025).

Setelah penyelidikan, kata Andika, batch tersebut dipastikan bukan berasal dari Indonesia karena Indonesia tidak punya pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN).

“Sebenarnya Indonesia punya reaktor nuklir. Cuma masalahnya adalah bahan Cesium 137 itu memang enggak mungkin tiba-tiba ada di situ aja. Itu pasti ada sumber kontaminasi dari satu tempat. Dan diduga berasal dari Filipina. Indonesia mengimpor besi bekas dari Filipina,” ungkapnya.

Sulit Diproses Hukum

Andika menilai kasus ini sulit diproses secara hukum. Ia beralasan karena sumbernya berasal dari luar negeri dan keterbatasan peralatan pendeteksi radiasi turut memperparah keadaan.

“Sehingga sulit untuk semudah itu bisa kita menunjuk, katakanlah, pengelola pabrikan itu salah atau importir salah. Belum tentu. Mesti diselidiki dulu apakah ada prosedur yang dilewati atau justru regulasinya sendiri tidak mensyaratkan scrap metal atau barang-barang bekas seperti ini melewati radiation portal monitor,” paparnya.

Menurut Andika, jika regulasinya memang belum ada, maka regulasilah yang perlu diperbaiki. “Tapi kan enggak mungkin semua pelabuhan memiliki radiation portal monitor,” lanjutnya.

Ia menilai lemahnya sumber daya juga menjadi masalah. “Ini masalah lagi di resource kita yang kurang, yang perlu diperkuat lagi dari aspek fasilitas maupun petugas proteksi radiasinya,” pungkasnya.[] Muhammad Nur

Views: 9

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA