HILMI: Riset yang Berdampak sebagai Lailatul Qadar

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Perhimpunan Intelektual Muslim Indonesia (HILMI) mengungkapkan mengenai riset yang berdampak sebagai Lailatul Qadar.

“Dapat dikatakan bahwa riset yang berdampak luas adalah Lailatul Qadar bagi periset,” tuturnya dalam rilis yang diterima oleh Tinta Media pada Selasa (17/03/2026).

Ia mungkin terjadi hanya sekali dalam hidup seorang ilmuwan, jelas HILMI, tetapi dampaknya bisa berlangsung berabad-abad. “Satu penemuan besar bisa mengubah arah peradaban,” ujarnya.

Satu kebijakan yang didasarkan pada riset yang benar, jelasnya, dapat meningkatkan kesejahteraan jutaan manusia. “Nilai amal semacam ini sangat besar, karena manfaatnya dirasakan oleh banyak orang,” terangnya.

Dalam perspektif ini, menurut HILMI, seorang ilmuwan yang beriman tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga mencari keberkahan dan manfaat jangka panjang dari ilmunya.

“Ia berharap bahwa penelitian yang ia lakukan dapat menjadi bagian dari amal jariyah yang terus mengalir pahalanya,” urainya.

Pelajaran dari Lailatul Qadar

Lailatul Qadar, terang HILMI, mengajarkan bahwa ada momen-momen tertentu yang bernilai sangat besar. “Ia mengingatkan kepada kita bahwa kualitas suatu amal tidak selalu ditentukan durasinya, tetapi oleh besar kecilnya dampak yang dihasilkan,” paparnya.

Dalam dunia ilmu pengetahuan, sambungnya kembali, konsep ini dapat menginspirasi para ilmuwan untuk menghasilkan riset yang benar-benar bermakna.

Riset yang berdampak, kata HILMI, memiliki dua dimensi yaitu Vertikal dan Horizontal.

Vertikal yaitu meningkatkan ketakwaan seseorang kepada Tuhan. Horizontal yaitu memberikan manfaat luas bagi masyarakat dan menjadi dasar bagi kebijakan yang adil.

“Ketika ilmu digunakan untuk memperbaiki kehidupan
manusia, ia menjadi bentuk ibadah yang sangat mulia,” tegasnya.

Bahkan, imbuhnya, ketika ilmu itu digunakan oleh generasi yang berbeda atau oleh masyarakat yang berbeda agama,
manfaatnya tetap menjadi bagian dari amal yang terus
mengalir.

Terakhir, ia menekankan hakikat Lailatul Qadar bagi seorang ilmuwan. “Dalam pengertian ini, seorang ilmuwan yang
menghasilkan riset yang bermanfaat bagi umat
manusia dapat dianggap telah menemukan Lailatul
Qadar dalam perjalanan intelektualnya,” tandasnya.[] Nur Salamah

Loading

Views: 8

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA