FDMPB: Momentum Haji Miniatur Persatuan Global Umat Islam

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Ketua Forum Doktor Muslim Peduli Bangsa (FDMPB) Dr. Ahmad Sastra menyatakan bahwa momentum haji merupakan miniatur persatuan global umat Islam.

“Momentum haji menjadi miniatur persatuan global umat Islam,” tuturnya kepada Tinta Media, Rabu (13/5/2026).

“Di sana, umat Islam merasakan identitas kolektif sebagai satu umat (ummah wahidah),” imbuhnya.

Ia mengisahkan bahwa Malcolm X pernah menggambarkan pengalaman berhajinya sebagai transformasi spiritual yang membuatnya memahami universalitas Islam dan persaudaraan lintas ras.

“Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa haji memiliki kekuatan sosial dan spiritual dalam membangun solidaritas dan persatuan umat di seluruh dunia,” tukasnya.

Ahmad Sastra menjelaskan bahwa persatuan merupakan salah satu ajaran fundamental dalam Islam.

“Sejak awal risalah Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam, Islam hadir bukan hanya sebagai agama spiritual, tetapi juga sebagai kekuatan yang mempersatukan umat manusia di bawah nilai tauhid,” terangnya.

“Di tengah realitas dunia modern yang penuh konflik, perpecahan politik, nasionalisme sempit, dan dominasi kekuatan global, umat Islam menghadapi tantangan besar dalam menjaga ukhuwah dan solidaritasnya,” ungkapnya.

Dalam konteks ini, sebutnya, musim haji menjadi momentum penting untuk merefleksikan kembali makna persatuan umat Islam sedunia.

“Ibadah haji mempertemukan jutaan Muslim dari berbagai bangsa, bahasa, budaya, dan warna kulit dalam satu tempat dan satu tujuan: menghamba kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Ka’bah dan Masjidil Haram menjadi pusat simbolik persatuan umat Islam,” paparnya.

Ahmad Sastra melanjutkan bahwa semua Muslim menghadap kiblat yang sama dalam shalat, thawaf mengelilingi Ka’bah yang sama, serta mengenakan pakaian ihram yang menegaskan kesetaraan manusia di hadapan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

“Persatuan spiritual ini menunjukkan bahwa Islam pada hakikatnya menolak perpecahan dan fanatisme sempit. Pesatuan umat Islam dalam ibadah haji, bisa menjadi inspirasi persatuan yang lebih ideologis,” tegasnya.

Namun, ia mengingatkan bahwa dalam perjalanan sejarah Islam, persatuan umat tidak hanya diwujudkan dalam aspek ibadah, tetapi juga dalam aspek politik dan peradaban melalui institusi khilafah.

“Selama berabad-abad, khilafah menjadi simbol kepemimpinan politik umat Islam yang menyatukan berbagai wilayah Muslim dalam satu otoritas pemerintahan,” bebernya.

“Kejayaan peradaban Islam pada masa lalu tidak dapat dilepaskan dari keberadaan institusi tersebut. Karena itu, sebagian kalangan Muslim memandang bahwa semangat persatuan umat yang tercermin dalam Ka’bah seharusnya juga diwujudkan dalam perjuangan membangun kembali kesatuan politik umat Islam,” tandasnya.[] Ajira

Loading

Views: 1

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA