Jurnalis: Kapitalisme Jadikan Teknologi untuk Keuntungan Korporasi

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Kemajuan teknologi seperti revolusi AI (Artificial Intelligence), sering kali lebih diarahkan untuk mengejar efisiensi biaya dan keuntungan korporasi daripada menjamin kesejahteraan manusia.

Hal itu dibeberkan oleh Jurnalis Senior Joko Prasetyo melalui rilis yang diterima Tinta Media bertajuk: AI Mengganti Manusia, Kapitalisme Makin Berkuasa pada Senin (25/5/2026).

“Logika kapitalisme memandang manusia sebagai faktor produksi yang harus ditekan biayanya semurah mungkin,” ulasnya.

Jurnalis yang akrab disapa Om Joy ini melihat selama mesin dan AI dianggap lebih murah, lebih cepat, dan lebih efisien, maka tenaga manusia perlahan akan disingkirkan.

“Akibatnya, gelombang otomatisasi mulai memicu kekhawatiran besar di berbagai negara. Banyak pekerjaan administratif, industri, media, bahkan jasa mulai berkurang karena digantikan sistem AI,” ujarnya.

Dalam sistem kapitalisme, tandasnya, negara sering kali hanya berperan menjaga pertumbuhan ekonomi dan kepentingan pasar. Ketika otomatisasi terjadi besar-besaran, rakyat sering dipaksa menanggung dampaknya sendiri.

“Padahal teknologi semestinya memudahkan kehidupan manusia, bukan justru menjadikan manusia tersingkir dari sistem ekonomi,” cetusnya.

Ia memaparkan, saat ini, penguasaan AI dunia sebagian besar berada di tangan korporasi teknologi raksasa. Akibatnya, keuntungan ekonomi dari perkembangan AI terkonsentrasi pada segelintir perusahaan global.

“Inilah wajah kapitalisme digital modern: teknologi berkembang sangat cepat, tetapi kekayaan semakin terkumpul pada elite pemilik modal dan penguasa teknologi.
Padahal Allah SWT berfirman dalam QS Al Hasyr ayat 7 yang menyatakan bahwa harta jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja,” urainya.

𝐓𝐞𝐤𝐧𝐨𝐥𝐨𝐠𝐢 𝐇𝐚𝐫𝐮𝐬 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐊𝐞𝐦𝐚𝐬𝐥𝐚𝐡𝐚𝐭𝐚𝐧

Om Joy menjelaskan, Islam tidak anti teknologi, tidak anti AI, dan tidak anti kemajuan ilmu pengetahuan. Justru Islam mendorong umat menguasai sains dan teknologi sebagai bagian dari kekuatan peradaban.

“Namun Islam tidak memandang manusia sekadar alat produksi ekonomi. Manusia adalah makhluk mulia yang wajib dijaga kehidupan, kehormatan, dan kesejahteraannya,” tegasnya

Teknologi dalam Islam, lanjutnya, tidak boleh hanya menjadi alat memperbesar keuntungan segelintir korporasi sambil menyingkirkan rakyat kecil.

“Negara Islam (khilafah) wajib memastikan perkembangan teknologi benar-benar digunakan untuk kemaslahatan masyarakat: mempermudah pelayanan publik, meningkatkan pendidikan, memperkuat kesehatan, membantu pekerjaan manusia, dan menjaga kesejahteraan umat,” pungkasnya.[] Erlina

Loading

Views: 2

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA