Tinta Media – Merespons temuan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) terkait 108 jiwa warga korban gempa bumi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang meninggal dunia di tempat pengungsian, Analis Forum of Contemporary Ummah Studies (FoCUS) Arif B. Iskandar menilai ini sebagai bentuk kecerobohan penguasa.
“Kejadian ini menunjukkan kecerobohan para penguasa dalam melakukan mitigasi dan penanganan korban bencana pasca bencana,” ujarnya melalui akun Facebook @Abi Arif, Selasa (29/9/2026).
Menurutnya, pemimpin yang baik yaitu pemimpin yang tidak akan membiarkan satu nyawa pun menjadi korban.
“Bagi pemimpin yang buruk, nyawa rakyat sekadar angka statistik,” pungkasnya.[] ‘Aziimatul Azka
![]()
Views: 3
















