Cendekiawan Muslim: Ramadhan Tidak Boleh Direduksi Sebatas Puasa

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Cendekiawan Muslim Ustadz Muhammad Rahmat Kurnia menyampaikan bahwa Ramadhan tidak boleh direduksi sebatas puasa.

“Kita sebagai umat Islam tidak boleh mereduksi Ramadhan hanya sebatas puasa,” ujarnya dalam tayangan Ramadan Karim: Ramadan dan Tantangan Umat Pembawa Risalah di kanal YouTube One Ummah, Sabtu (21/2/2026).

Puasa, lanjut Rahmat, itu bagus, karena memang Bulan Ramadhan sebagai bulan puasa.

Akan tetapi, ia menjelaskan bahwa Bulan Ramadhan itu juga adalan bulan yang di dalamnya Rasulullah SAW pertama kali mendapatkan wahyu, yaitu Surah Al-‘Alaq ayat 1-5.

“Dengan kata lain, Ramadhan adalah bulan risalah,” ujarnya.

Menurutnya, ketika umat Islam dalam Bulan Ramadhan membaca dan mengkaji Al-Qur’an, itu sebenarnya bukan sekadar mencari pahala, tetapi umat ini sedang mendalami risalah kenabian.

“Kita sedang mendalami dokumen peradaban Islam,” ungkapnya.

Rahmat menyebutkan tantangan yang dihadapi umat Islam yang berpegang kepada risalah Islam dengan mengutip sabda Nabi Muhammad SAW bahwa orang yang berpegang risalah Islam laksana orang yang memegang bara api panas.

“Oleh karena itu, maka perlu kesungguhan, perlu kesabaran,” pesannya.

Lebih lanjut, Rahmat menilai, orang yang betul-betul melaksanakan shaum atau berpuasa di Bulan Ramadhan, akan memiliki kekuatan untuk mampu menjalankan ujian laksana memegang bara api tersebut.

“Kita tahu bahwa di Bulan Ramadhan kita meninggalkan makan yang asalnya boleh kita bisa tinggalkan. Kita bercengkrama dengan istri yang asalnya sunah bisa kita tinggalkan. Minum kita tinggalkan. Kalau yang boleh saja bisa kita tinggalkan, apalagi yang haram pasti bisa kita tinggalkan,” paparnya.

Dengan Ramadhan, sebutnya, umat Islam bisa melewati tantangan karena Ramadhan melatih umat untuk membangun jiwa yang sabar.

“Dan tentu saja kita tidak akan tergoda oleh godaan apa pun. Karena Ramadan membentuk kita memiliki kacamata akhirat. Yang ingin kita raih hanyalah ridha Allah SWT. Itulah la’allakum tattaquun supaya kalian bertakwa,” pungkasnya. [] Muhammad Nur

Loading

Views: 22

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA