Tinta Media – Peneliti Masyarakat Sosial Politik Indonesia (MSPI), Dr. Riyan, berujar bahwa umat harus mempertanyakan siapa yang paling diuntungkan dengan peristiwa penembakan massal di Pantai Bondi, Sidney, Australia.
“Dalam kondisi seperti ini, umat harus mempertanyakan siapa yang paling diuntungkan dengan peristiwa di Bondi ini,” ujarnya dalam tayangan bertajuk “Penembakan di Bondi Sydney, Pengamat Ungkap Fakta Tersembunyi” di kanal YouTube Khilafah News, Selasa (23/12/2025).
“Jawaban objektifnya mereka, yaitu entitas penjajah Zionis pro genosida itu sendiri,” ucapnya
Riyan pun mengungkapkan, setidaknya terdapat empat alasan terkait hal tersebut.
Pertama, kata Riyan, tidak masuk akal untuk muslim mencederai perjuangan Palestina di Australia khususnya dengan menargetkan salah satu negara yaitu Australia yang telah mengubah kebijakannya “lebih menguntungkan Palestina”.
Kedua, lanjutnya, Netanyahu sebelumnya mengancam Australia dengan gelombang serangan antisemit setelah perubahan kebijakan Australia yang pro kepada Palestina yang kemudian diikuti oleh gelombang serangan antisemit yang diduga tengah terjadi.
Ketiga, Riyan juga mempertanyakan mengapa serangan ini terjadi sekarang dan bukan pada puncak permusuhan terkait dengan Gaza. Hal ini menurutnya tidak masuk akal, kecuali untuk merusak perjuangan Palestina setelah mendapatkan begitu banyak simpati internasional.
Keempat, ia menilai, propaganda kejahatan ISIS yang sebenarnya adalah bentukan Amerika Serikat dan sekutu Zionis penjajah kembali muncul kepada para pelaku tepat pada saat entitas Zionis pro-genosida memulai kampanye global untuk menjelekkan Islam dan kaum Muslimin.
Kesadaran Politik Islam
Riyan lantas menekankan, di sinilah pentingnya kesadaran politik Islam terus diaktivasi agar jangan sampai publik global terseret arus opini yang diinginkan oleh entitas Zionis pro genosida.
Sebab menurut Riyan, mereka memanfaatkan peristiwa Bondi ini untuk kepentingan jahat mereka.
“Sebagaimana klaim mereka, “Kita diserang, maka sah bagi kami untuk membalas,” bebernya.
Kecaman para pendukung Zionis ini, sebut Riyan tidak jauh dengan teriakan busuk Bush dalam War on Terrorism tahun 2001, “Anda bersama kami atau bersama teroris?”
“Jelas kebusukan mereka, tetapi di hati mereka kebusukan itu jauh lebih besar?” pungkasnya.
Diketahui, peristiwa penembakan massal terjadi di pantai Bondi, Sydney, Australia, pada Ahad (14/12/2025). Berdasarkan berita yang beredar, Riyan turut menyampaikan bahwa peristiwa ini terjadi saat warga Yahudi merayakan hari raya Hanukkah.
Pelaku teridentifikasi sebagai ayah dan anak, yaitu Sajid Akram dan Nafit Akram. Aksi teror itu menyebabkan 15 orang warga dan seorang pelaku (Sajid) tewas, puluhan lainnya menderita luka-luka.[] Muhammad Nur
![]()
Views: 31






