Tinta Media – Cendekiawan Muslim Ustadz Muhammad Ismail Yusanto (UIY) menyepakati jika Idul Fitri disebut sebagai hari kemenangan.
“Kalau mau disebut ini sebagai hari kemenangan, sebenarnya juga bisa. Dalam arti, kan kita ini sepanjang bulan Ramadan itu, kita ini diwajibkan berpuasa dan berpuasa di situ, kita dilatih untuk meninggalkan yang halal. Ketika semuanya berjalan dengan baik, maka boleh kita mengatakan telah menang,” ulasnya dalam Live Event: Idul Fitri dan Masa Depan Umat di kanal YouTube UIY Official, Ahad (22/3/2026).
Menurutnya, hal-hal yang halal tapi tidak boleh dilakukan selama bulan Ramadan seperti tidak boleh makan, minum, dan berhubungan suami istri menjadikan kaum muslimin mempunyai kemampuan mengendalikan diri dan ternyata bisa sukses dilakukan.
“Terbukti bahwa kita ini bisa menjalani seluruh proses kewajiban puasa dari awal sampai akhir itu dengan baik,” imbuhnya.
Realitas Umat Terpuruk
Namun, kata UIY, kemenangan itu masih sebatas kemenangan individu. “Kalau dibenturkan dan dihadapkan dengan realitas umat, ini sesuatu yang mestinya menyatu dalam arti bahwa kalau kita umat Islam di penghujung bulan Ramadan memasuki Syawal itu ya hari bahagia. Tapi hari ini kan tidak,” ucapnya.
UIY mengajak untuk melihat situasi di luar diri umat Islam, pasti akan merasa sangat prihatin dan sedih. “Kita punya perasaan campur aduk, bahagia tapi sedih, sedih tapi bahagia,” tambahnya.
UIY menyampaikan, secara posisi, Allah menyebut kaum Muslim sebagai khairu ummah yang dilahirkan untuk manusia. Predikat khairu ummah ini, lanjutnya, bukan main-main karena yang menyebutnya adalah Allah Sang Pencipta alam semesta, manusia dan kehidupan.
“Artinya ini posisi yang istimewa. Tapi pada faktanya saat ini tidak pernah kita bisa disebut sebagai khairu ummah atau umat terbaik,” bebernya prihatin.
UIY mengungkapkan, fakta pada kaum Muslim yang tertinggal secara ekonomi, sains, teknologi dan lainnya.
“Lihatlah apa yang terjadi di Gaza, Iran, kawasan Timur Tengah, Xinjiang, Rohingya, dan bernagai belahan dunia lainnya. Coba pikirkan bagaimana mungkin khairu ummah diperlakukan seperti itu?” tandasnya retorik.
UIY menilai, hampir seluruh dunia Islam tunduk pada kekuasaan global (the rulling power) yaitu tunduk kepada blok Barat.
“Secara global, situasi dunia Islam memang tidak ideal dan jauh dari apa yang disebut khairu ummah karena ketertundukannya kepada Barat,” pungkasnya.[] Erlina
![]()
Views: 17
















