Tahniah Idul Fitri 1447 H, Kiai Labib: Kita Berharap setelah Puasa Jadi Hamba Bertakwa

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Momentum hari raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Ulama KH. Rokhmat S. Labib menyampaikan tahniah dan harapannya yang mendalam, agar umat Islam setelah ibadah puasa Ramadhan menjadi hamba yang bertakwa.

“Kita juga berharap setelah kita menjalankan puasa selama sebulan penuh, kita menjadi hamba-hamba Allah yang bertakwa (muttaqiin),” ujarnya dalam video Tahniah Idul Fitri 1447 H, di kanal YouTube One Ummah TV, Kamis (19/3/2026).

Kiai Labib menyatakan, hal itu sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 183. “Agar kalian menjadi orang-orang yang bertakwa,” kutipnya.

Ia lanjut menjelaskan bahwa takwa adalah melaksanakan semua perintah Allah SWT dan menjauhi semua larangan-Nya. “Dengan kata lain takwa adalah tunduk dan patuh pada syariat Allah SWT tanpa terkecuali, tanpa tapi. Atas dasar iman dan dorongan untuk mendapatkan pahala, rida dan surga-Nya,” jelasnya.

Kiai Labib juga mengingatkan bahwa salah satu bentuk dari ketakwaan adalah adanya persatuan dan kesatuan umat. “Salah satu bentuk ketakwaan adalah terwujudnya persatuan terwujud nya ukhuwah. Ketika kita bertakwa kepada Allah SWT, tunduk dan patuh pada syariat-Nya. Dan di antara syariat Islam adalah memerintahkan kita sebagai umat wahidah, umat yang satu, yang padu, yang tidak berselisih tidak bercerai berai,” tegasnya.

Berdasarkan surat AIi ‘Imron ayat 102 – 103, Kiai Labib lanjut menjelaskan bahwa setelah perintah bertakwa, Allah juga memerintahkan umat Islam untuk berpegang teguh pada ajaran-Nya. “Dan janganlah kalian bercerai berai,” kutipnya.

Menurutnya, ayat tersebut menunjukkan pentingnya persatuan dan bahaya perpecahan di kalangan umat Islam.

Allah SWT, ungkapnya, mengingatkan betapa besar kenikmatan persatuan.

“‘Ingatlah nikmat Allah! Kata Allah, nikmat Allah yang diberikan pada kalian’,” imbuhnya.

Ia menambahkan bahwa Allah mempersatukan hati manusia yang sebelumnya bermusuhan hingga menjadi saudara.

“Lalu, karena nikmat Allah itu kalian menjadi saudara. Tak lagi bermusuhan, bahkan bukan hanya bersatu bahkan bersaudara. Ini menunjukkan betapa pentingnya persatuan umat, dan itu merupakan konsekuensi dari ketakwaan,” ucap Kiai Labib memungkasi.[] Teti Rostika

Loading

Views: 20

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA