Tinta Media – Ketua Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Salamuddin Daeng mengatakan utang Pertamina pada tahun 2023 yang naik lebih dari dua kali lipat ini menjadi sejarah mengerikan bagi Pertamina.
“Ini luar biasa! Utang Pertamina selama Nicke Widyawati menjabat telah bertambah sebesar 391,03 triliun, lebih dari dua kali lipat. Ini adalah sejarah mengerikan dalam hidup Pertamina yakni utangnya bertambah dua kali lipat dari sejak Pertamina didirikan hanya oleh satu orang direktur,” tuturnya kepada Tinta Media, Selasa (18/11/2024).
Ia mengatakan, utang Pertamina dalam laporan keuangan 2023 mencapai 49,69 miliar USD. “Luar biasa besar! Jika dikalikan dengan kurs rata-rata tahun 2023 yakni Rp. 15,241/USD, maka utang Pertamina berdasarkan laporan keuangan resmi adalah senilai Rp757,33 triliun,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa Pertamina merupakan perusahaan BUMN terbesar di tanah air yang merupakan tulang punggung pemerintah dalam menjaga stabilitas energi nasional. Namun, ucapnya, pada bagian lain perusahaan ini berada pada situasi yang tidak ringan.
“Utang Pertamina yang sangat besar akan menjadi sandungan bagi Dirut yang baru untuk merealisasikan keinginan pemerintah terhadap Pertamina,” tukasnya.
Ia menyarankan, sebaiknya DPR segera memanggil mantan Dirut Pertamina untuk ditanyakan peruntukan utang itu digunakan, mengingat impor BBM Indonesia makin besar, produksi kilang stagnan, produksi hulu juga menurun. “Jadi ke mana mega proyek utang ini mengalir?” tanyanya heran.
“Hal yang tidak kalah penting adalah membenahi keseluruhan manajemen, mengubah orientasinya dari sebelumnya yang nyaman dengan minyak mentah impor dan BBM impor, menjadi lebih berorientasi pada usaha peningkatan produksi dalam negeri, optimalisasi kilang dalam negeri, dan memanfaatkan sumber energi terbaharukan dalam negeri,” pungkasnya.[] Ajira
![]()
Views: 8












