Anak-Anak Gaza Terus Dibantai, Siapa yang Akan Menghentikannya?

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Zionis Israel menghalalkan segala cara demi menguasai wilayah Palestina untuk mewujudkan ambisi membentuk Israel Raya. Mereka bahkan dengan sengaja menjadikan anak-anak Gaza sebagai sasaran pembunuhan. UNICEF melaporkan bahwa rata-rata satu anak Palestina dibunuh pasukan Israel setiap hari di Gaza. Sedikitnya 265 anak di Gaza tewas sejak gencatan senjata diumumkan pada Oktober 2025 (cnnindonesia.com, 20/6/2026).

Berharap kepada PBB Hanyalah Ilusi bagi Kebebasan Palestina

Selain korban jiwa, anak-anak Gaza juga mengalami penderitaan yang tidak berkesudahan. Mereka mengalami luka fisik yang menyebabkan kecacatan, sekaligus trauma berat akibat perang yang terus berlangsung. Kondisi ini jelas mengancam masa depan mereka. Genosida yang dilakukan Israel tampak begitu nyata. Namun, mengapa belum ada yang mampu menghentikannya?

Zionis Israel sengaja menargetkan anak-anak Gaza sebagai bagian dari genosida untuk menghabisi kaum Muslim Palestina. Mereka tidak memedulikan gencatan senjata maupun kecaman dari PBB dan masyarakat internasional. Genosida terus dilakukan, tetapi hingga kini belum ada pihak yang mampu menghentikan kejahatan tersebut. Lalu, kepada siapa lagi rakyat Palestina dapat berharap?

Anak-anak Gaza tidak dapat berharap Israel akan melunak dan menghentikan genosida dengan sendirinya. Mereka juga tidak dapat berharap kepada lembaga dunia seperti PBB yang faktanya gagal mewujudkan berbagai resolusinya. Mereka pun tidak dapat berharap kepada para pemimpin negeri-negeri Muslim yang telah nyata lebih mengikuti kebijakan Amerika Serikat dan mendukung Israel sebagai dampak politik kapitalistik. Dunia Islam juga terpecah oleh paham nasionalisme sehingga sulit memberikan pertolongan kepada saudara seimannya.

Harapan Itu Ada pada Khilafah

Satu-satunya harapan bagi kebebasan Palestina dan kemenangan Islam adalah Khilafah. Sebab, Khilafah dipandang sebagai satu-satunya institusi politik Islam yang akan melaksanakan jihad fi sabilillah untuk mengalahkan Zionis Israel beserta sekutunya. Khilafah diyakini akan memberikan perlindungan kepada anak-anak Palestina, baik terhadap jiwa, kesehatan fisik dan mental, pendidikan, kesejahteraan, maupun seluruh aspek masa depan mereka.

Hal tersebut telah Allah janjikan dalam firman-Nya yang artinya, “Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan di antara kamu bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah Dia ridai untuk mereka, serta Dia benar-benar akan mengubah keadaan mereka dari rasa takut menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu apa pun. Siapa yang tetap kafir setelah itu, maka mereka itulah orang-orang fasik.” (QS An-Nur: 55)

Kemenangan itu tidak akan datang dengan sendirinya meskipun Allah telah menjanjikannya. Allah juga telah menetapkan syaratnya, yaitu memberikan kekuasaan kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh. Konsekuensi keimanan adalah tunduk dan taat kepada seluruh perintah Allah dengan menerapkan syariat-Nya secara menyeluruh, bukan hanya sebagian.

Sementara itu, syariat Allah, yaitu Islam, tidak dapat diterapkan secara sempurna tanpa institusi yang mewadahinya. Satu-satunya institusi yang berasaskan akidah Islam adalah Khilafah. Saat ini banyak syariat Islam ditinggalkan karena tidak adanya Khilafah. Berbagai penderitaan dan kezaliman yang dialami kaum muslimin di berbagai belahan dunia juga dipandang sebagai akibat tidak adanya pemimpin yang menjadi pelindung dan perisai, yaitu Khilafah.

Oleh karena itu, umat harus memahami dan menyadari bahwa Khilafah merupakan qadhiyah mashiriyah (persoalan utama) umat yang harus diperjuangkan penegakannya. Pada jalan inilah umat dituntut menunjukkan perannya sebagai penolong agama Allah atau hanya menjadi penonton. Wallahu a’lam bish-shawab.

Oleh: Wida Nusaibah
(Pemerhati Masalah Global)

Loading

Views: 4

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Tulisan Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA