Tinta Media – Siapa yang tidak ingin sehat? Ya, semua pastinya ingin keadaan badan baik-baik saja. Definisi sehat bukan hanya sebagai kondisi di mana tubuh tidak sedang sakit, terluka, atau bebas dari penyakit. Namun, definisi sehat yang sebenarnya jauh lebih luas dan menyeluruh.
Hidup sehat adalah sebuah komitmen jangka panjang untuk menjaga, merawat, dan meningkatkan kualitas seluruh aspek kehidupan kita, mulai dari fisik, nonfisik (mental/rohani), hingga sosial, agar tubuh dapat berfungsi secara optimal.
Ini bukan tentang diet ketat yang menyiksa selama beberapa minggu, melainkan tentang membangun kebiasaan-kebiasaan kecil yang baik secara konsisten untuk investasi masa depan. Hal itu harus dimulai dari diri sendiri, seperti pola makan yang seimbang (nutrisi), misalnya. Tubuh kita mencerminkan apa yang kita konsumsi.
Mengatur pola makan bukan berarti berhenti makan enak, melainkan lebih bijak dalam memilih asupan. Pilih real food dengan memperbanyak makanan yang minim proses pengolahan, seperti sayuran segar, buah-buahan, biji-bijian, dan protein tanpa lemak (ayam, ikan, tahu, tempe).
Nah, ini yang berat. Kurangi “tiga serangkai” dengan membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak (GGL) berlebih yang biasanya banyak terdapat pada makanan siap saji dan camilan kemasan. Selain itu, cukupi kebutuhan air dalam tubuh dengan minum air putih minimal 2 liter (sekitar 8 gelas) sehari untuk menjaga hidrasi dan kelancaran metabolisme.
Selain itu, aktif bergerak (olahraga). Tubuh manusia dirancang untuk bergerak. Kurang bergerak (sedentary lifestyle) adalah pemicu utama berbagai penyakit modern. Utamakan konsistensi dibanding intensitas. Lebih baik berjalan kaki 20–30 menit setiap hari daripada berolahraga berat selama 3 jam tetapi hanya sebulan sekali.
Carilah olahraga yang menyenangkan, seperti bersepeda, gym/fitness, berenang, senam, yoga, atau bahkan membersihkan rumah dengan penuh semangat. Dengan demikian, Anda tidak mudah bosan. Tips lainnya adalah istirahat yang berkualitas (tidur). Tidur bukan sekadar waktu saat kita tidak sadar, melainkan fase krusial ketika tubuh melakukan perbaikan sel, membuang racun di otak, dan menyeimbangkan hormon.
Usahakan tidur malam yang berkualitas selama 7–8 jam setiap hari. Kurangi paparan layar gawai (smartphone atau TV) minimal 30 menit sebelum tidur untuk meningkatkan kualitas tidur. Setelah penjabaran rinci mengenai kesehatan fisik, ada juga aspek nonfisik, yaitu kesehatan rohani, mental, dan spiritual yang tidak kalah penting.
*Manajemen Stres dan Kesehatan Mental*
Pikiran dan tubuh berhubungan sangat erat (psikosomatik). Stres yang tidak dikelola dengan baik dapat menurunkan sistem imun dan memicu penyakit fisik.
Bagaimana caranya? Sediakan waktu untuk me time atau melakukan hobi yang Anda sukai. Latih teknik pernapasan atau meditasi sederhana saat tekanan pekerjaan terasa berat. Jaga hubungan sosial yang sehat dengan keluarga dan teman-teman. Jika Anda konsisten menjalankannya, perubahan positif akan Anda rasakan.
Kata “mental” secara etimologis berasal dari bahasa Latin mentalis atau mens yang berarti pikiran, akal, atau rohani. Secara umum, mental merujuk pada segala sesuatu yang berkaitan dengan batin, cara berpikir, watak, dan kondisi kejiwaan seseorang yang tidak bersifat fisik atau material.
*Kesehatan Mental (Mental Health)*
Kesehatan mental adalah kondisi kesejahteraan batin seseorang. Seseorang dikatakan memiliki mental yang sehat bukan hanya karena bebas dari gangguan jiwa, melainkan ketika mereka:
– Menyadari dan memahami potensi diri sendiri.
– Mampu mengatasi tekanan atau stres yang wajar dalam kehidupan sehari-hari.
– Dapat bekerja secara produktif dan bermanfaat.
– Mampu berkontribusi dan berinteraksi dengan baik di lingkungannya.
Dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia olahraga dan kerja, istilah “mental” sering digunakan untuk menggambarkan daya tahan psikologis. Memiliki mental yang kuat berarti memiliki kegigihan, kepercayaan diri, fokus, dan kemampuan untuk bangkit kembali setelah menghadapi kegagalan atau tekanan berat.
*Gangguan Mental (Mental Illness)*
Ada pula gangguan mental (mental illness), yaitu kondisi kesehatan yang memengaruhi pola pikir, perasaan, suasana hati, atau perilaku seseorang sehingga menimbulkan distres (rasa tertekan) dan mengganggu kemampuan menjalankan fungsi sehari-hari. Contohnya meliputi depresi, gangguan kecemasan (anxiety disorder), atau bipolar.
Mental dan fisik adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Ada istilah medis yang disebut psikosomatik, yaitu kondisi ketika masalah mental atau pikiran (seperti stres kronis, cemas, atau sedih mendalam) bermanifestasi menjadi gejala fisik yang nyata, seperti asam lambung naik, sakit kepala, atau jantung berdebar.
Oleh karena itu, menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik. Keduanya saling memengaruhi kualitas hidup seseorang secara keseluruhan.
Jangan mencoba mengubah semua kebiasaan buruk dalam satu malam. Mulailah dari satu hal kecil yang paling mudah, misalnya mengganti camilan gorengan dengan buah atau berkomitmen untuk tidur sebelum pukul 23.00. Ketika hal tersebut sudah menjadi kebiasaan, tambahkan target sehat lainnya.
*Sehat ala Rasulullah saw.*
Gaya hidup sehat ala Rasulullah Nabi Muhammad saw. kini banyak dikenal sebagai Thibbun Nabawi (pengobatan atau gaya hidup ala Nabi). Menariknya, apa yang diajarkan dan dicontohkan oleh Rasulullah saw. belasan abad lalu kini banyak dibuktikan kebenarannya oleh sains modern.
Rasulullah saw. adalah sosok yang jarang sekali sakit. Rahasianya terletak pada kebiasaan hidup beliau yang sangat menjaga keseimbangan antara fisik, kesucian hati, dan spiritual. Rasulullah saw. sangat menekankan bahwa pangkal dari berbagai penyakit sering kali berasal dari lambung yang diisi secara berlebihan.
Makan Sebelum Lapar, Berhenti Sebelum Kenyang
Ini adalah prinsip dasar pengendalian diri agar tidak overeating (makan berlebihan). Rasulullah saw. bersabda bahwa sepertiga lambung untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga untuk udara (napas).
Secara medis, hal ini memberikan ruang bagi lambung untuk mencerna makanan secara optimal tanpa memicu naiknya asam lambung.
Rasulullah saw. biasa makan dengan perlahan. Mengunyah makanan hingga halus sangat membantu meringankan kerja sistem pencernaan dan membuat kenyang lebih cepat.
Mengonsumsi Makanan Alami dan Bernutrisi
Rasulullah saw. mengonsumsi makanan yang alami, segar, dan padat nutrisi. Beberapa makanan favorit beliau yang kaya manfaat antara lain:
– Kurma, terutama kurma Ajwa. Kurma kaya akan serat, kalium, dan gula alami yang cepat mengembalikan energi. Beliau sering sarapan dengan beberapa butir kurma.
– Madu, yang dikenal sebagai obat untuk berbagai penyakit karena memiliki sifat antibakteri dan antiinflamasi yang kuat.
– Habbatussauda (jintan hitam). Nabi menyebutnya sebagai obat segala penyakit kecuali kematian. Sains modern membuktikan bahwa habbatussauda sangat baik untuk meningkatkan sistem imun.
– Minyak zaitun, yang digunakan baik untuk dikonsumsi maupun dioleskan ke tubuh. Kaya akan lemak sehat yang baik untuk jantung.
Pola Tidur dan Istirahat yang Teratur
Rasulullah saw. tidak suka berbincang-bincang yang tidak bermanfaat setelah salat Isya. Beliau langsung tidur lebih awal agar dapat bangun pada sepertiga malam untuk melaksanakan salat tahajud.
Tidur lebih awal memastikan tubuh mendapatkan fase deep sleep yang cukup untuk regenerasi sel.
Posisi Tidur Miring ke Kanan
Beliau mencontohkan tidur miring ke sisi kanan dengan tangan kanan di bawah pipi. Secara medis, posisi ini dapat mengurangi beban pada jantung dan membantu menjaga saluran pernapasan tetap terbuka.
Qailulah (Tidur Siang Singkat)
Qailulah adalah tidur singkat sekitar 15–30 menit sebelum atau sesudah waktu Zuhur. Studi modern menunjukkan bahwa power nap ini sangat efektif untuk mengembalikan fokus dan menurunkan tingkat stres.
Aktif Bergerak dan Menjaga Kebersihan
Hal lain yang tampak pada diri Rasulullah saw. adalah kebiasaan aktif bergerak dan menjaga kebersihan. Rasulullah saw. adalah pribadi yang aktif. Jika berjalan, beliau berjalan dengan cepat dan tegap, bukan berjalan dengan malas.
Beliau menganjurkan umatnya menguasai olahraga yang melatih ketangkasan dan fisik, seperti memanah, berkuda, dan berenang.
Beliau juga bersabda bahwa “Kebersihan adalah sebagian dari iman.” Beliau selalu mencuci tangan sebelum makan, menjaga kebersihan pakaian, dan sangat rutin menggunakan siwak untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut.
Menahan Amarah
Nasihat legendaris beliau adalah, “Jangan marah, maka bagimu surga.”
Menahan amarah mencegah tubuh memproduksi hormon stres (kortisol) secara berlebihan yang dapat merusak pembuluh darah dan jantung.
Pemaaf dan Selalu Bersyukur
Beliau tidak menyimpan dendam, selalu berprasangka baik (husnuzan), dan berserah diri kepada Allah (tawakal). Ketenangan spiritual ini membuat kesehatan mental beliau sangat stabil.
Hidup sehat ala Rasulullah saw. tidaklah rumit. Intinya adalah kesederhanaan, tidak berlebihan (moderat), dan menjaga kebersihan batin. Dengan meniatkan hidup sehat ini untuk mengikuti sunah (itibak), kita tidak hanya mendapatkan tubuh yang bugar, tetapi juga bernilai pahala di sisi Allah Swt. Wallahu a’lam bish-shawab.[]
Oleh: Tjandra Sari Sutisno, M.Pd.
Aktivis Muslimah
![]()
Views: 22




