Tinta Media – Perayaan Idul Fitri diwarnai kesedihan yang mendalam. Masyarakat dunia yang punya empati pun merasakan kegetiran. Suara ratapan anak anak, orang dewasa, membuat hati tersayat ketika melihatnya. Israel terus menyerang Gaza hingga menewaskan puluhan orang saat mereka sedang menikmati dan merayakan Lebaran.
Dilansir dari Al jazeera, serangan udara pada Ahad dini hari saat warga Palestina merayakan hari raya Idul Fitri dilancarkan Israel sehingga rumah dan tenda hancur lebur. Indahnya hari raya Idul Fitri bagi umat Islam belum juga bisa dirasakan oleh warga Palestina khususnya, dan umumnya oleh semua umat Islam dunia. Ini karena umat Islam mesti berhadapan dengan penjajah yang kian hari makin brutal, sedikit pun tak mengenal kemanusian.
Pada 30 Maret 2025, saat Idul fitri di Gaza, tersiar kabar bahwa sekitar 35 orang meninggal di selatan kota Rafah. Serangan Israel berlanjut hinga Minggu dini hari. Mereka terus dikepung pasukan Israel. Meski banyak korban berjatuhan, mereka tetap melaksanakan salat. Gema takbir tetap berkumandang dengan semangat lillahitaa’la. Dentuman bom terus menggempur warga Palestina. Setiap saat pula jiwa dan mental bertarung dengan kejamnya serangan Zionis Israel yang membabi buta.
Apa yang harus kita lakukan sebagai wujud kepedulian terhadap sesama muslim? Bukan lagi sekadar pilihan, tetapi merupakan kewajiban bagi seluruh kaum muslim saat ini untuk bergerak membela palestina agar lepas dari penjajah biadab laknatullah. Palestina butuh dukungan pemimpin Islam dunia, melalui kerja sama politik dan ideologi.
Tindakan nyata yang dapat dilakukan adalah dengan cara menghentikan penindasan Israel atas rakyat Palestina dengan melakukan jihad.
Namun, sangat disayangkan, para pemimpin kaum muslimin sendiri malah memberikan peluang kepada musuh-musuh Allah Swt. untuk menumpahkan darah, menghancurkan rumah kaum muslimin, melakukan penindasan bertubi-tubi, menghasut, menakut-nakuti umat Islam agar tidak melakukan tindakan apa apa. Padahal, Allah memberikan amanah kekuasaan itu pada mereka untuk menjalankan kewajiban. Salah satu kewajiban itu adalah menggerakkan tentaranya untuk membebaskan Palestina dari cengkeraman penjajah Zionis Israel.
Palestina luar biasa kesabaran dan keimanannya di tengah diamnya para pemimpin muslim yang memiliki jutaan tentara. Palestina dengan mujahidnya tetap gigih melakukan perlawanan. Dunia pun menyaksikan keimanan kaum muslimin Gaza yang luar biasa.
Sebagai muslim, sudah seharusnya kita merapatkan barisan, menyeru kaum muslimin sedunia untuk bersatu padu mewujudkan kepemimpinan global yang akan melindungi dan menyelamatkan Gaza dan seluruh kaum muslimin dari segala macam ancaman dan kebiadaban. Wallahu a’lam bishawab.
Oleh: Ica
Sahabat Tinta Media
![]()
Views: 12
















