Tinta Media – Seorang remaja berusia 16 tahun mengalami luka serius di kepala akibat pembacokan oleh geng motor Slotter di Cicalengka, Kabupaten Bandung pada hari Sabtu (20/4/2024) Setelah Kapolresta Bandung, Kombes Pol
Kusworo Wibowo mendapat informasi, petugas bergerak cepat dengan menangkap para
pelaku yang berjumlah 10 orang, 4 di antaranya sudah berhasil diamankan,
sedangkan yang 6 orang masih dalam daftar pencarian orang (DPO), ungkap Kusworo
di Mapolresta Bandung saat gelar perkara di Soreang, Senin (22/4/2024).
Menurut laporan warga, pada pukul 01.00 WIB dini hari ada
sekelompok pemuda yang sedang berkumpul. Saat berpapasan dengan korban, pelaku
merasa di ejek sehingga timbul ketersinggungan yang akhirnya putar balik
mengejar korban, lalu setelah tertangkap korban pun dianiaya mereka dengan
pukulan menggunakan tangan kosong, ada pula yang membacok dengan senjata tajam
jenis golok. (iNews.id)
Masa remaja adalah masa pertumbuhan secara fisik dan mental.
Di fase ini, seorang remaja cenderung sensitif dan emosional, labil dan belum
bisa mengontrol perasaan secara matang. Mereka sangat mudah tersulut amarah
jika terjadi peristiwa yang mengganggunya.
Maraknya kenakalan remaja saat ini memang sangat
memprihatinkan. Seharusnya mereka mendapat perhatian lebih dari pihak keluarga,
masyarakat, dan negara.
Fakta ini sudah menjadi santapan harian yang membuat geram
para orang tua, terutama yang anaknya menjadi korban kenakalan remaja.
Namun, berbagai peristiwa kenakalan remaja saat ini bukan
tanpa sebab. Faktor penyebab maraknya kenakalan remaja tidak lepas dari faktor
lingkungan, pergaulan, dan sistem.
Tidak dimungkiri bahwa lingkungan yang buruk dan tidak sehat
akan berpengaruh terhadap perilaku orang di sekitarnya. Faktor lain adalah
pergaulan bebas. Mereka bebas melakukan apa pun yang diinginkan tanpa ada rasa
takut pada hari pembalasan.
Alhasil, peristiwa kenakalan remaja yang terjadi saat ini
merupakan buah dari sistem yang diterapkan. Semua terjadi secara sistemik,
yaitu sistem yang memisahkan agama dari kehidupan (sekuler). Agama hanya
dipakai dalam ranah ibadah ritual saja. Ketika halal haram tidak menjadi tolak
ukur perbuatan individu dan masyarakat, maka kacaulah semuanya.
Remaja hari ini terus dicekoki dengan budaya dan pemikiran
yang diusung oleh Barat agar jauh dari pemahaman agama sendiri. Sehingga, wajar
jika generasi muda semakin rusak dan brutal perilakunya. Parahnya, pemikiran
atau ide tersebut sudah mendarah daging di tengah-tengah masyarakat saat ini.
Agar kenakalan remaja bisa diminimalisir, maka harus ada
sistem sahih yang bisa membentuk pribadi generasi muda yang bertakwa, yaitu
Islam. Hanya Islam yang mampu memberi solusi secara sistematik dan
komprehensif.
Islam memandang bahwa keimanan, ketakwaan, dan akidah yang
kokoh merupakan hal yang sangat penting dimiliki oleh setiap individu-individu
muslim.
Selain itu, Islam juga mengatur masalah pergaulan,
pendidikan, kesehatan, sanksi, dan lain-lain. Dengan sistem pendidikan Islam
yang berlandaskan akidah, para generasi muda akan dididik agar terbentuk pola
pikir dan pola sikap yang islami.
Di sisi lain, sanksi yang tegas dalam sistem Islam akan
mampu meminimalisir maraknya kenakalan remaja dan tindak kriminal lainnya. Di
sinilah pentingnya negara menerapkan
syariah Islam secara kaffah dalam segala aspek kehidupan dalam naungan
khilafah. Wallahu a’lam bishawab.
Oleh: Dartem (Sahabat Tinta Media)
![]()
Views: 5






