Palestina Butuh Junnah Kepemimpinan Islam

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Hari raya Idul Fitri yang seharusnya menjadi momentum membahagiakan bagi kaum muslimin setelah satu bulan penuh puasa, tetap menjadi momentum duka bagi kaum muslimin di Palestina. Bombardir dari pasukan laknatullah Zionis tak juga mereda dan justru semakin brutal. Tak pandang bulu, mereka pun turut memberikan ancaman demi ancaman yang membahayakan nyawa-nyawa kaum muslimin Palestina. Baik anak-anak, perempuan, tua dan muda menjadi sasaran kekejian genosida yang mereka lakukan.

Gelombang serangan udara yang mengakhiri gencatan senjata di Gaza menandai eskalasi besar dalam konflik Israel-Palestina. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memperingatkan bahwa serangan ini “baru permulaan” dan akan terus berlanjut hingga Israel mencapai tujuan perangnya, yakni menghancurkan Hamas dan membebaskan seluruh sandera yang ditahan oleh kelompok militan tersebut. (CNBC INDONESIA, 19/3/2025)

Negosiasi gencatan senjata lebih lanjut akan berlangsung “di bawah tembakan”. Ini adalah pernyataan pertama Netanyahu dalam pidato televisi, Selasa (18/3/2025) malam setelah serangan yang menewaskan lebih dari 400 orang dalam satu hari, menjadi hari paling berdarah sejak awal perang pada 2023.

Sampai hari ini, Palestina terus menerus mendapatkan serangan tanpa henti. Korban yang jatuh kian hari kian bertambah. Akan tetapi, perhatian masyarakat saat ini tampaknya semakin berkurang. Hal ini juga dipicu selain karena momentum Lebaran, pun karena beragamnya persoalan-persoalan yang terjadi di dalam negeri saat ini.

Kesadaran umat akan urgensi kemerdekaan hakiki bagi Palestina butuh untuk terus digenjot lagi dan lagi.

Hadirnya persoalan-persoalan dalam negeri membuat umat saat ini tersibukkan serta teralihkan dari isu Palestina dengan status urgensinya.

Umat tertekan akan kondisi ekonomi, pendidikan, tindakan kriminal, serta situasi politik yang karut marut. Belum lagi tambahan hiburan berupa entertaint media sosial yang dijadikan sumber peralihan dari sekelumit masalah. Sehingga, kesadaran umat akan situasi Palestina kembali terkubur dan tak terdengar lagi.
 
Rupa-rupa derasnya, arus liberalisme Barat telah menorehkan keberhasilan untuk membuat pribadi umat berubah individualis, hanya memikirkan diri sendiri dan keluarganya saja. Bagi mereka, apa yang ada di luar dari itu bukanlah urusan yang harus apalagi wajib diperhatikan. Belum lagi dengan adanya sekat-sekat nasionalis yang kian melekatkan pemahaman bahwa setiap negara hanya harus memikirkan negara ataupun bangsa mereka sendiri.

Untuk itu, perjalanan menyadarkan umat akan persatuan sangat penting dilakukan. Upaya menarik akar-akar sekularisme, liberalisme, dan nasionalisme dari tubuh umat harus semakin digencarkan. Histori akan kepemimpinan Islam sebagai pelindung alias junnah bagi kaum muslimin pun sudah semestinya menjadi tema dakwah dan kajian-kajian. Dengan begitu, akan terbangun opini umum yang menyebar bahwa ketiadaan persatuan umat dan kepemimpinan Islamlah yang menjadi akar persoalan yang tak selesai hari ini.

Bagi Palestina, kepemimpinan Islamlah yang mampu membebaskannya dari penjajahan. Khilafah nantinya akan mengirimkan pasukan militer untuk berjihad melawan musuh, yaitu pasukan Zionis. Umat akan melakukan gerak perlawanan di bawah komando seorang pemimpin atau khalifah.

Sementara itu, bagi kaum muslimin di Indonesia dan juga negeri-negeri kaum muslimin lainnya, dengan tegaknya khilafah akan menjadikan semua manusia berada dalam aturan Syariat Islam, sebagai aturan terbaik yang telah Allah turunkan atas mereka. Dengan begitu, akan terwujud kesejahteraan dan keberkahan, rahmat bagi seluruh alam, tak terkhusus hanya untuk kaum muslimin saja.

Umat perlu paham bahwa tegaknya kepemimpinan Islam atau khilafah adalah kewajiban setiap muslim. Maka, untuk mewujudkannya, kita butuh bergerak bersama dalam kelompok atau jamaah yang memperjuangkan Islam sebagai mabda (ideologi) serta memperjuangkan tegaknya khilafah. Kita harus meneladani jalan dakwah Rasulullah saw. yang melakukan perjuangan dalam menegakkan syariat, serta mendapatkan tampuk kepemimpinannya sebagai kepala negara di Madinah. Wallahua’lam bisshawab.

Oleh: Tri Ayu Lestari
Penulis Novel Remaja & Ibu Rumah Tangga

Loading

Views: 26

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA