Tinta Media – Memiliki putra-putri yang salih/salihah, taat dan kuat adalah dambaan bagi setiap orang tua. Mengingat isu gen-Z maupun gen-Alpha yang kini disebut generasi stroberi, yang kerap dilabeli sebagai generasi yang bermental lembek, rapuh, mudah terbawa arus dan tidak sanggup hidup di bawah tekanan, serta enggan hidup susah (mageran).
Namun sebagai orang tua, tentu tidak ingin anak-anak kita menjadi generasi yang lembek tidak produktif dan tidak memiliki inisiatif. Karena anak merupakan amanah besar yang Allah titipkan kepada kita sekaligus anugerah terindah yang tak ternilai oleh dunia beserta isi. Oleh karenanya mengasuh dan mendidiknya adalah sebuah kewajiban yang tidak bisa dianggap enteng.
Adapun mendidik generasi menjadi pribadi yang beriman dan kuat bukan sekadar keinginan belaka apalagi hanya untuk kebanggaan. Sama sekali tidak. Karena Rasulullah SAW sendiri telah bersabda yang artinya, “Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih Allah cintai daripada mukmin yang lemah, dan masing-masing berada dalam kebaikan. Bersungguh-sungguhlah pada perkara-perkara yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan Allah dan janganlah kamu bersikap lemah (merasa sial). Jika kamu tertimpa sesuatu janganlah kamu katakan, ‘seandainya aku berbuat demikian dan demikian’ akan tetapi katakanlah, ‘Qodarullah wa maa syaa fa’ala (Allah telah menakdirkan hal ini dan apa yang dikehendaki-Nya pasti terjadi. Sesungguhnya perkataan ‘seandainya’ membuka pintu perbuatan setan.”
Berdasarkan hadits di atas, redaksinya sangat jelas sebagai kalimat perintah. Ketika itu merupakan sebuah perintah, tidak ada pilihan bagi kita orang beriman khususnya orang tua untuk menyiapkan dan mengupayakan agar anak-anak/ putra-putri kita menjadi generasi mukmin yang kuat. Ada empat kunci pokok yang bisa kita amalkan untuk mewujudkan impian agar anak-anak kita kelak menjadi mukmin yang kuat:
Pertama, hirshun ‘ala manfa’ah (bersemangat dan bersungguh-sungguhlah dalam mencari sesuatu yang bermanfaat). Dalam hal ini kita sebagai orang tua, guru pertama dan yang paling utama bagi mereka, mesti membersamai mereka dan menanamkan agar senantiasa bersungguh-sungguh dalam melakukan setiap hal yang bermanfaat untuk umat dan kehidupan akhirat. Seperti contoh dalam hal belajar atau menuntut ilmu. Jangan gampang menyerah atau berputus asa. Dalam kitab ta’limu al-Muta’alim, disebutkan bahwa kesungguhan itu mampu membuat yang jauh menjadi dekat dan mampu membukakan pintu yang tertutup.
Kedua, isti’anah billah (meminta tolonglah kepada Allah). Poin kedua ini memberikan penekanan bahwa kita sebagai makhluk yang penuh akan kefakiran dan kealpaan, jangan segan dan enggan untuk senantiasa memohon pertolongan kepada zat yang maha perkasa dan maha berkuasa atas segala sesuatu. Di sinilah kekuatan doa. Ada pepatah andai jalur darat macet, ada jalur langit yang bisa kita tembus. Kekuatan doa mengalahkan segalanya. Bahkan mampu mengubah takdir menjadi lebih baik.
Ketiga, tarkul ‘ajzi (meninggalkan kelemahan atau perasaan sial). Karena tidak ada sesuatu yang terjadi kepada manusia melainkan Allah menginginkan kebaikan atasnya. Bahkan musibah sekalipun itu merupakan bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Peristiwa dan kejadian yang tidak mengenakkan sekalipun di sana pasti tersimpan sebuah hikmah yang besar. Jadi tidak ada sitilah sial atau apes. Hal ini penting ditanamkan kepada anak-anak kita.
Keempat, himmah ‘aliyah (motivasi tinggi). Dalam hal ini sebuah motivasi yang tinggi nan mulia ini harus ditanamkan, yakni berharap pada rida Allah ta’ala semata. Sehingga apa pun yang dilakukan jika Allah yang menjadi tujuan, yang berat pun akan terasa lebih ringan. Bahkan tidak lagi peduli dengan pujian orang yang memuji, tak goyah dengan cacian dan makian. Tidak gampang tumbang dengan keadaan. Dengan demikian ia kelak akan senantiasa melakukan hal-hal yang positif. Karena sangat berbahaya apabila anak kita memiliki himmah yang rendah. Maka ia akan mudah tergelincir dalam hawa nafsu yang akan menggelincirkannya dalam jurang kemaksiatan dan kehinaan di dunia hingga akhirat kelak.
Semoga empat kunci di atas bisa diamalkan dan semoga Allah limpahkan tolong dan karunia-Nya kepada kita dan dijadikannya anak-anak kita menjadi generasi yang beriman dan kuat. Waallahu’alam bisshawwab.
Oleh: L. Nur Salamah, S.Pd.
Tim Redaksi Tinta Media
![]()
Views: 3





