Tinta Media – Direktur Forum on Islamic World Studies (FIWS) Farid Wadjdi
mengkritik keras seruan perdamaian lima orang Nahdiyin (Kader NU) dalam
pertemuannya dengan pimpinan entitas penjajah Yahudi (Presiden Israel), Isaac
Herzog.
“Sejatinya yang harus mereka serukan bukanlah perdamaian,
tapi menyerukan tentara-tentara kaum muslimin untuk bergerak melakukan tindakan
militer yang nyata terhadap entitas penjajah Yahudi ini,” ujarnya dalam Kabar
Petang: 5 Aktivis Temui Presiden Israel Lukai Perasaan Umat Islam Seluruh
Dunia? Sabtu (20/7/2024) di kanal Youtube Khilafah News.
Karena ungkapnya, tindakan militer untuk berjihadlah yang
seharusnya dilakukan oleh tentara-tentara kaum muslimin.
“Dan ini yang harus diserukan oleh siapa pun dari umat
Islam,” tegasnya.
Farid menjelaskan, karena dengan tindakan militer memerangi
dan mengusir penjajah maka akan bisa secara nyata menghentikan kebiadaban dan
pembantaian (genosida) yang terjadi di Palestina.
Hal itu, juga terang Farid, telah diperintahkan oleh Allah
SWT kepada kaum muslimin, ketika ada satu negeri Islam yang diserang.
“Perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi
kalian,” kutipnya menyampaikan firman Allah Swt. Surat al-Baqarah ayat 190.
Ia pun menegaskan bahwa seruan perdamaian demi perdamaian
sebenarnya sudah berlangsung, tetapi faktanya genosida masih terus berjalan.
“Kalau dikatakan dialog itu akan membawa kebaikan, sudah
berapa banyak dialog itu dilakukan, sudah berapa banyak perjanjian-perjanjian
atas nama perdamaian itu dilakukan. Ada perjanjian perdamaian Madrid. Perdamaian
Oslo, perdamaian Camp David, tetapi itu tidak sama sekali menghentikan
kebiadaban penjajah Yahudi,” tegasnya.
Bentuk Pengkhianatan
Farid juga menilai bahwa kunjungan pertemuan itu adalah
bentuk pengkhianatan. “Padahal apa yang mereka lakukan itu, sesungguhnya suatu
bentuk pengkhianatan terhadap umat Islam,” nilainya.
Karena, kritiknya lagi, hal itu telah mengkhianati
perjuangan umat Islam. Bukan hanya perjuangan
pejuang-pejuang Palestina pada saat sekarang ini, tetapi juga telah
mengkhianati sahabat-sahabat Rasulullah SAW.
Termasuk mengkhianati Khalifah Umar Bin Khattab r.a , Sultan
Salahuddin al-Ayyubi yang dengan darah mereka berjuang untuk membebaskan tanah
Palestina dari penjajahan.
Farid pun menduga, bahwa fenomena ini adalah jebakan politik
(pengkhianatan) dari penjajah Yahudi yang dinikmati.
“Ini jebakan politik, tapi mereka menikmati itu. Ya
menikmati, karena di belakangnya mungkin ada dollar, di belakangnya mungkin ada
janji-janji manis,” tandasnya.
Klaim Perdamaian
Sebelumnya, Kader dari Nahdlatul Ulama (NU) sekaligus dosen
Universitas Nadhatul Ulama Indonesia (Unusia), Zainul Maarif mengklaim bahwa misi utama yang dilakukan
bersama empat rekannya bertemu Presiden Israel Isaac Herzoq adalah untuk
penelitian dan dialog lintas agama untuk perdamaian Israel dan Palestina.
“Saya kenapa kok ketemu dengan presiden semacam itu? Ya
karena Presiden Israel dalam hal ini Israel sedang menyerang Palestina. Maka
ketika kami menyatakan perdamaian maksudnya apa? Maksudnya adalah ‘wahai Israel
jangan menyerang Palestina lagi damai’, jadi saya mengungkapkan perdamaian
kepada Israel,” kata Zainul Maarif di kantor PWNU Jakarta, Matraman, Jakarta
Timur, Kamis (18/7).[] Muhar
![]()
Views: 2
















