Untaian Kalbu

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

 

Oleh: Naila Ahmad Farah Adiba

 

Cahaya mentari perlahan berlalu

Menghantar kelam di malam kelabu

Galau menghampiri sebuah kalbu

Yang didera rindu bernama masa lalu

 

Memori itu terukir indah dalam kenangan

Begitu membuncah untuk diluapkan

Sebuah rasa yang begitu menggelora

Pada seseorang yang dicinta

 

Namun kenyataan tak seindah angan

Cinta itu bertepuk sebelah tangan

Aku hanya tergugu pelan

Menyadari akan sebuah kepastian

 

Tak mudah untuk melupakan

Bukan berarti tak bisa dilakukan

Perlahan aku mencoba berdamai

Dengan hati yang tak kunjung selesai

 

Perlahan, aku mencoba berjalan

Melangkah terus ke depan

Menjauh dari kenangan

Agar perubahan di dapatkan

Pergi bukan untuk melupakan

 

Namun untuk mengambil pelajaran

Bahwa sesuatu yang tidak disandarkan pada Tuhan

Hanya akan menuai kekecewaan

 

Terima kasih atas segala kenangan yang pernah tercipta

Walaupun hanya pahit yang dapat dirasa

Semua akan menjadi pembelajaran pada akhirnya

Untuk membentuk sebuah kepribadian hati dan jiwa

 

Tapal Batas, 02 Januari 2024

Loading

Views: 4

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA