Solusi Islam Mendorong Kesejahteraan Peternak Susu Perah

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Salah satu isu yang tengah hangat diperbincangkan belakangan ini adalah viralnya berita mengenai para peternak susu sapi perah di beberapa daerah yang membuang produksi susu mereka. Sebagai bentuk protes terhadap kebijakan impor susu sapi yang diduga menjadi penyebab kesulitan para peternak dalam menyalurkan hasil susu mereka ke industri pengolahan.

Ketua Dewan Persusuan Nasional (DPN) Teguh Boediyana mengungkapkan bahwa setidaknya 200 ton per hari susu segar yang dihasilkan oleh para peternak susu sapi dibuang dalam aksi protes. Hal ini disebabkan oleh pembatasan penyerapan susu oleh industri pengolah susu (IPS) yang disebut telah melanggar komitmen untuk membeli susu segar dari peternak sapi perah rakyat. Untuk mengatasi masalah ini, DPN mendorong pemerintah untuk segera mengeluarkan aturan pemerintah, setidaknya dalam format Peraturan Presiden atau Instruksi Presiden, guna melindungi eksistensi dan kesinambungan bisnis peternakan sapi perah peternak rakyat (Sumber: CNBC Indonesia).

Di Indonesia, bisnis peternakan menjadi salah satu peluang menjanjikan, terutama pada sektor peternakan sapi perah. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), impor susu Indonesia pada Agustus 2024 mencapai US$ 94,49 juta, naik dari bulan sebelumnya yang sebesar US$ 77,97 juta, karena ketersediaan susu lokal yang kurang memadai. Produksi susu segar di Indonesia pada tahun 2023 hanya mampu memenuhi 19% dari kebutuhan nasional sebesar 4,4 juta ton, sehingga 81% sisanya dipenuhi melalui impor.

Meskipun permintaan yang tinggi seharusnya memberikan kesempatan kepada produsen lokal, peternak susu sapi perah menghadapi kendala seperti jumlah sapi perah yang terbatas, produktivitas yang rendah, dan biaya pakan yang tinggi. Dan pemerintah yang seharusnya memberikan dukungan lebih kepada peternakan lokal guna mencapai kemandirian pangan, namun lebih cenderung pada solusi pragmatis ala kapitalis yaitu impor untuk memenuhi kebutuhan pasar. Peristiwa ini semakin menegaskan bahwa sistem ekonomi kapitalisme hanya memihak pada para pengusaha besar dan meninggalkan para peternak kecil berjuang sendirian.

Dalam lingkungan ekonomi Kapitalisme perdagangan internasional menjadi hal penting dalam aktivitas ekonomi suatu negara. Negara-negara dengan perekonomian kapitalis cenderung mendorong perdagangan internasional untuk memperluas pasar, melalui impor. Namun sejatinya berlebihan dalam impor juga, dapat memberi dampak negatif pada satu negara, seperti ketergantungan pada impor, melemahkan sektor lokal, merusak daya saing industri lokal, menimbulkan defisit perdagangan, dan mempengaruhi nilai tukar mata uang, yang bahkan dapat mengancam ketahanan ekonomi negara tersebut.

Namun, terdapat solusi yang lebih baik dan berpihak pada peternak dalam konteks ini, yaitu dengan menerapkan sistem Islam. Sistem kehidupan yang mampu berdiri di tengah-tengah umat dan menjalankan prinsip-prinsip syariat untuk kebaikan bersama. Dalam Islam, negara bertanggung jawab tidak hanya dalam pemenuhan kebutuhan pokok secara menyeluruh bagi warganya, tetapi juga dalam memastikan pemenuhan kebutuhan pangan, sandang, papan, serta jasa-jasa keamanan, kesehatan, dan pendidikan sebagai kebutuhan asasi manusia.

Negara juga memiliki tanggung jawab untuk menyediakan fasilitas lapangan kerja, agar setiap individu memiliki kesempatan untuk bekerja dan memperoleh nafkah. Jika seseorang yang berkewajiban bekerja belum berhasil menemukan pekerjaan, negara harus turut campur untuk menyediakan lapangan pekerjaan atau fasilitas yang dibutuhkan agar orang tersebut dapat bekerja.

Dengan demikian, Sistem Ekonomi Islam menempatkan negara dalam peran yang aktif dalam memastikan pemenuhan kebutuhan pokok dan jasa bagi warga negara, sesuai dengan nilai-nilai Islam yang menekankan pentingnya keberpihakan negara pada keadilan dan kesejahteraan rakyat sebagai tanggung jawab negara.

Dalam konteks peternak susu perah ini, negara Islam juga akan mencari solusi yang lebih baik dan berpihak pada peternak untuk mengatasi masalah, termasuk upaya untuk meningkatkan produksi lokal, mendukung peternak dalam hal biaya produksi, serta merumuskan kebijakan yang mendukung peternakan sapi perah rakyat. Melalui pengembangan produksi susu dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan rakyat secara mandiri, dengan menyediakan sarana produksi peternakan yang meliputi bibit, pakan, dan fasilitas lainnya bagi peternak.

Hal ini bertujuan untuk meningkatkan produksi susu sapi perah, mencapai keseimbangan dalam distribusi susu, serta memastikan kesesuaian antara kebutuhan pakan dan keuntungan yang diperoleh, sehingga tidak merusak harga pasar susu yang sudah ada. Dengan demikian, negara juga dapat mencegah praktik eksploitasi yang merugikan peternak dan rakyat pada umumnya. Kolaborasi antara peternak, koperasi susu, dan Industri Pengolahan Susu akan diperkuat untuk mengoptimalkan pertumbuhan susu nasional sekaligus mengurangi kemiskinan.

Dalam situasi saat ini, negara seharusnya mempertimbangkan solusi Islam untuk melindungi peternak sapi dan menerapkan kebijakan yang pro-rakyat secara menyeluruh. Terutama karena dampak buruk yang akan ditanggung akibat kebijakan  impor terhadap negara dan masyarakat, khususnya peternak sapi perah.

Adanya peristiwa memprihatinkan ini, seharusnya menjadi motivasi untuk mengevaluasi bahwa penerapan sistem Kapitalisme lebih banyak merugikan daripada menguntungkan. Berbeda dengan sistem ekonomi Islam yang memiliki banyak keunggulan terutama karena fokusnya pada kesejahteraan rakyat dan dilakukan dengan cara yang lebih adil dan beretika sesuai perintah Allah SWT. Dengan kesadaran dan tindakan konkret, melalui penerapan Islam kaffah niscaya kita dapat menciptakan lingkungan ekonomi yang adil dan berkelanjutan bagi semua pihak yang terlibat.

Wallahu ‘alam.

Oleh : Indri Wulan Pertiwi
Aktivis Muslimah Semarang

Loading

Views: 17

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA