Nasib Peternak di Tengah Banjir Susu Impor

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Beberapa hari terakhir, puluhan peternak susu sapi perah terpaksa dibuat mandi hasil panen susunya yang mencapai ratusan liter. Para perternak juga ada yang membuang susu di tempat pembuangan akhir. Pada Jumat, 8 November 2024, peternak dan pengepul susu sapi juga membagi-bagikan susu kepada warga sekitar secara gratis sebanyak 500 liter. Dalam hitungan menit, susu langsung ludes.

Mereka melakukan itu sebagai bentuk protes lantaran pabrik industri susu membatasi kuota penerimaan susu dari peternak dan pengepul susu karena daya beli masyarakat turun dan ada perbaikan grade standar kualitas susu. Tampak bahwa tidak ada upaya pemerintah untuk menangani hal ini sehingga merugikan peternak susu sapi perah lokal.

Ternyata, aksi ini bukan hanya di Boyolali, Jawa Tengah. Di Pasuruan, Jawa Timur juga terjadi hal yang sama. Ketua Koperasi Peternakan dan Susu Merapi (KPSM) Seruni, Boyolali,  Jawa Tengah, Sugianto menduga bahwa pembatasan penerimaan pasokan susu oleh pabrik pengolahan susu lantaran ada kebijakan impor susu oleh menteri perdagangan. Ia berharap pemerintah lebih memikirkan nasib para peternak produsen susu lokal atau dalam negeri ketimbang impor.

Seharusnya masalah ini menjadi tanggung jawab negara karena tugas utama negara adalah mengurusi urusan rakyat. Negara seharusnya menyediakan tempat yang menampung hasil panen susu untuk dikelola, bukan malah diserahkan kepada individu atau kelompok.

Negara harusnya juga berupaya agar susu sapi lokal memiliki kualitas tinggi. Apalagi, susu merupakan kebutuhan masyarakat sehingga pangsa pasarnya pasti besar. Pemetintah harus mendidik dan membimbing para peternak sapi perah lokal agar bisa menghasilkan produk yang berkualitas dan disukai masyarakat, bukan malah sibuk membuka keran impor besar-besaran.

 

 

 

Oleh: Sumiati
Sahabat Tinta Media

Loading

Views: 15

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA