Tinta Media – Dakwah adalah aktivitas yang terus menerus dilakukan untuk menyebarkan ajaran Islam kepada umat manusia. Dalam upaya ini, interaksi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh-tokoh penting, memainkan peran yang sangat strategis.
Kontak dengan tokoh tidak hanya sekadar sebuah agenda untuk menyosialisasikan atau mendiskusikan masalah-masalah umat, tetapi memiliki urgensi yang lebih dalam yaitu untuk memahami respon mereka terhadap dakwah yang disampaikan oleh harakah (gerakan) dakwah. Tujuannya adalah untuk menciptakan sinergi dalam penerapan syariat Islam secara kaffah (menyeluruh) dalam kehidupan umat.
Tokoh masyarakat, baik itu di bidang agama, politik, pendidikan, atau budaya, memiliki pengaruh yang besar terhadap pola pikir dan arah pergerakan umat. Oleh karena itu, penting bagi harakah dakwah untuk menjalin komunikasi yang baik dengan mereka. Melalui kontak langsung, dakwah tidak hanya disampaikan, tetapi juga dapat dilihat sejauh mana respon dan penerimaan tokoh terhadap pesan yang disampaikan.
Dengan mengetahui pandangan dan pemahaman tokoh terhadap dakwah, gerakan dakwah bisa mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang aspek-aspek mana yang perlu diperkuat atau disesuaikan. Misalnya, jika seorang tokoh agama merasa bahwa beberapa prinsip syariat Islam perlu disosialisasikan lebih mendalam agar lebih dipahami masyarakat, maka harakah dakwah dapat merancang pendekatan atau uslub dakwah yang lebih sesuai dengan kebutuhan tersebut.
Dalam hal ini, penerapan syariat Islam secara kaffah (menyeluruh) memerlukan keterlibatan seluruh elemen umat, termasuk tokoh masyarakat. Kontak tokoh sangat penting untuk memastikan bahwa semua pihak yang berpengaruh dapat bersinergi dalam mendorong implementasi syariat Islam dalam berbagai aspek kehidupan, baik itu ekonomi, sosial, politik, hingga budaya.
Dari Hadis riwayat Bukhari dan Muslim, menyebutkan bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia akan mendapatkan pahala yang sama dengan orang yang mengerjakannya.”
Kontak tokoh merupakan bentuk interaksi dakwah langsung bersama umat yang dapat mendatangkan pahala yang besar. Dengan memberi contoh dan berinteraksi langsung, seseorang akan mendapat pahala dari setiap orang yang mengikuti kebaikan tersebut.
Melalui diskusi dan dialog yang konstruktif dengan tokoh, dakwah dapat menciptakan pemahaman yang lebih luas dan mendalam mengenai pentingnya penerapan syariat secara menyeluruh. Tokoh yang memiliki pengaruh dapat memotivasi umat untuk berpartisipasi dalam mewujudkan kehidupan yang sesuai dengan nilai-nilai Islam. Tanpa dukungan dan keterlibatan aktif tokoh-tokoh ini, usaha untuk menerapkan syariat Islam dalam kehidupan sehari-hari akan sulit terlaksana dengan optimal.
Sebabnya, setiap dakwah pasti menghadapi tantangan, baik dari dalam maupun luar. Dalam konteks ini, kontak dengan tokoh menjadi krusial untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut. Tokoh masyarakat dapat berfungsi sebagai mediator atau fasilitator dalam menyelesaikan masalah yang mungkin timbul dalam proses dakwah. Mereka juga dapat memberi masukan yang konstruktif mengenai cara-cara yang lebih efektif untuk menyampaikan pesan dakwah kepada umat.
Selain itu, tokoh juga dapat membantu mengidentifikasi masalah yang mungkin tidak terlihat oleh harakah dakwah, serta memberikan solusi berdasarkan pengalaman dan pengetahuan mereka dalam berinteraksi dengan masyarakat. Dengan demikian, proses dakwah menjadi lebih adaptif terhadap kebutuhan dan tantangan yang ada di masyarakat.
Kontak dengan tokoh juga memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas sosial. Dalam masyarakat yang plural, seringkali terdapat perbedaan pandangan dan interpretasi terhadap ajaran agama. Dialog yang intens dengan tokoh-tokoh yang memiliki posisi strategis di tengah masyarakat akan membantu menciptakan suasana yang harmonis meskipun ada perbedaan pendapat.
Tokoh yang memahami nilai-nilai dakwah Islam secara mendalam dan memiliki komitmen terhadap syariat dapat menjadi jembatan untuk meredakan ketegangan yang mungkin terjadi akibat kesalahpahaman atau polarisasi di antara umat. Melalui sinergi yang dibangun dengan tokoh, dakwah Islam dapat berjalan dengan lancar dan damai, tanpa menimbulkan konflik atau friksi di tengah masyarakat.
Oleh karena itu, dakwah tidak berhenti pada satu titik atau satu kali pertemuan dengan tokoh masyarakat. Interaksi yang berkelanjutan sangat dibutuhkan agar hubungan yang terjalin tidak hanya bersifat formal, tetapi juga mendalam dan tulus. Dengan adanya kontinuitas dalam komunikasi, baik melalui pertemuan langsung, diskusi, maupun konsultasi, dakwah dapat lebih mudah mendapatkan dukungan yang berkelanjutan dari tokoh.
Kontak yang terus-menerus juga memberikan ruang bagi dakwah untuk menilai perkembangan pemahaman dan sikap tokoh terhadap isu-isu keumatan yang sedang berkembang, sehingga dapat lebih cepat menuju tercapainya penyerahan kekuasaan dari tangan umat untuk penerapan syariat Islam secara kaffah.
Wallahu’alam bish Shawwab.
Oleh: Maman El Hakiem
Pegiat Literasi
![]()
Views: 19
















